Presiden Brasil Lula da Silva dan Perdana Menteri Bangladesh Begum Khaleda Zia bertemu di sela-sela pertemuan puncak GNB pada tahun 2004
Pada tahun 2013, Bangladesh meminta dukungan Brasil untuk pencalonannya di Dewan Hak Asasi Manusia pada tahun 2015 dan kursi tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk masa jabatan 2016–2017.[2] Pada tahun 2014, Brasil memastikan dukungannya kepada Bangladesh untuk jabatan Komisi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa dan CEDAW (Konvensi tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan). Bangladesh juga mendukung pencalonan Brasil untuk jabatan Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia.[3] Brasil juga memberikan bantuan kepada Bangladesh sebesar $3 juta untuk penanggulangan bencana.[4]
Bidang budaya, pendidikan dan pertanian
Pada tahun 2011, Brasil mengusulkan untuk menandatangani perjanjian kerja sama di berbagai sektor potensial, termasuk pertanian, kesehatan, pendidikan dan olahraga.[5] Pada tahun 2014, Brasil telah menyatakan minatnya untuk memperluas kerja sama ke Bangladesh untuk pengembangan pertanian.[3]
Hubungan ekonomi
Perdagangan bilateral antara kedua negara mencapai US$1,7 miliar pada tahun 2017.[6] Ekspor utama Brasil ke Bangladesh meliputi produk pertanian seperti gula.[7] Bangladesh mengekspor goni, pakaian jadi, dan produk farmasi. Surplus perdagangan sangat menguntungkan Brasil.[6]