Bangladesh mendukung rakyat Vietnam dan Bangladesh telah menjalin hubungan pada 11 Februari 1973 dengan Vietnam dan protes diadakan untuk mendukung Vietnam. Bangladesh adalah negara Asia kedua dan yang pertama di Asia Selatan yang mengakui dan menjalin hubungan diplomatik di tingkat duta besar dengan Pemerintahan Revolusioner Sementara Republik Vietnam Selatan (Juli 1973).[1][2] Perdana Menteri Khaleda Zia adalah kepala pemerintahan Bangladesh pertama yang mengunjungi Vietnam pada Mei 2004.[3] Pada tahun 2013, kedua negara merayakan ulang tahun ke-40 terjalinnya hubungan diplomatik.[4] Bangladesh dan Vietnam memiliki kedutaan besar di negara masing-masing.[5] Perdana Menteri Sheikh Hasina mengunjungi Vietnam pada tahun 2012 untuk meningkatkan hubungan.[6] Presiden Bangladesh, Mohammad Abdul Hamid, melakukan kunjungan kenegaraan ke Vietnam pada Agustus 2015. Ia diterima oleh Presiden Vietnam Truong Tan Sang.[7]
Hubungan ekonomi
Bangladesh adalah importir utama semen dari Vietnam. Pada tahun 2016 Bangladesh mengimpor semen senilai 141 juta dolar dari Vietnam.[8]Vinamilk dari Vietnam bermitra dengan Bigbiz di Bangladesh, untuk menjual produknya di Bangladesh pada Januari 2017.[9] Pada periode 2013-2014 Bangladesh mengekspor barang senilai 55,95 juta dolar ke Vietnam dan mengimpor barang senilai 582,24 juta dolar.[10] Pendapatan ekspor Bangladesh dari Vietnam berjumlah $53,47 juta pada tahun fiskal 2018–19.[11]