Catatan pertama tentang orang Bengali di Mauritius adalah pada tahun 1765 oleh diplomat Kekaisaran Mughal I'tisam-ud-Din.[1][2] Setelah ini, Mirza Abu Taleb Khan, yang kemudian mengunjungi Eropa pada tahun-tahun terakhir abad ke-18, telah memperhatikan bahwa pelaut Bengali telah menetap di Maladewa.[3]
Mauritius mengakui kemerdekaan Bangladesh pada tanggal 20 Februari 1972.[4]
Mauritius telah berupaya merekrut tenaga kerja dari Bangladesh.[5]
Bidang ekonomi
Bangladesh dan Mauritius telah menunjukkan minat mereka untuk memperluas kegiatan ekonomi bilateral antara kedua negara dan telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam hal ini. Pada tahun 2013, delegasi Bangladesh yang beranggotakan 7 orang yang dipimpin oleh mantan menteri perdagangan GM Quader berkunjung ke Mauritius untuk memulai pembicaraan tentang Perjanjian Perdagangan Preferensial dengan Mauritius. Pakaian dan kerajinan tangan Bangladesh merupakan produk potensial di pasar Mauritius. Mauritius juga merupakan tujuan penting untuk ekspor tenaga kerja Bangladesh.[7] Pada tahun 2005, Bangladesh telah menandatangani Nota Kesepahaman dengan Mauritius untuk merumuskan kerja sama yang ada di bidang ekspor tenaga kerja ke Mauritius.[5] Bangladesh juga mengekspor obat-obatan farmasi ke Mauritius.[8]
Diaspora Bangladesh
Menurut sensus tahun 2022, terdapat 14.982 ekspatriat Bangladesh yang tinggal di Mauritius yang mewakili 1,21% dari total populasi penduduk.[9]