Segera setelah Mauritius memperoleh kemerdekaan dari Inggris Raya pada tahun 1968, Uskup Agung Michele Cecchini diangkat sebagai Pro-Nunsius Apostolik pertama untuk Mauritius pada tanggal 1 Maret 1969[2] dan hubungan diplomatik antara Mauritius dan Takhta Suci didirikan pada 9 Juni 1970.[3]