Tahta Suci dan Kazakhstan menjalin hubungan pada 17 Oktober 1992.[1]
Pada tanggal 24 September 1998, kunjungan resmi pertama Presiden Kazakhstan, Nursultan Nazarbayev, berlangsung, di mana Perjanjian antara Republik Kazakhstan dan Takhta Suci tentang hubungan timbal balik ditandatangani. Kazakhstan dengan demikian menjadi negara Asia Tengah pertama yang menandatangani perjanjian formal mengenai kerja sama dengan Vatikan.[2][3]
Pada tanggal 22–23 September 2001, Paus Yohanes Paulus II melakukan Kunjungan Apostolik ke Kazakhstan. Selama kunjungan tersebut, Paus bertemu dengan Presiden Nursultan Nazarbayev, serta perwakilan pemuda Kazakhstan dan tokoh-tokoh dari komunitas budaya dan seni. Acara utama kunjungan tersebut adalah Misa terbuka yang diadakan di alun-alun dekat Monumen Para Pembela Tanah Air.[4]
Pada tanggal 6 Februari 2003, dalam kerangka kunjungan resmi Presiden Nazarbayev ke Italia, beliau mengunjungi Vatikan, di mana beliau mengadakan pertemuan dengan Paus Yohanes Paulus II dan Sekretaris Negara Takhta Suci, Kardinal Angelo Sodano.[5]
Pada tanggal 6 November 2009, Presiden Nursultan Nazarbayev melakukan kunjungan resmi lainnya ke Vatikan. Selama kunjungan tersebut, beliau bertemu dengan Paus Benediktus XVI dan Sekretaris Negara Vatikan, Kardinal Tarcisio Bertone.[1]
Pada 19 Juli 2023, Takhta Suci dan Kazakhstan meratifikasi perjanjian tentang visa dan izin tinggal untuk personel gerejawi dan religius.[6] Perjanjian tersebut telah ditandatangani pada 14 September 2022.[7]