Pada bulan September 2015, dalam kunjungan singkat ke Nairobi, Ameenah Gurib-Fakim Presiden Mauritius bertemu dan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Kenya, Uhuru Kenyatta.[1]
Hubungan ekonomi
Pada tahun 2012, kedua negara mulai menyusun Perjanjian Pajak Berganda. Perjanjian ini diratifikasi oleh Parlemen Kenya pada bulan Mei 2014. Jika langkah-langkah yang tepat diambil, perjanjian ini akan mulai berlaku pada tahun 2015.[2]
Kesepakatan pajak ini akan meningkatkan hubungan bisnis dan investasi antara Kenya dan Mauritius.[2] Kesepakatan ini akan memperkuat lingkungan bisnis di Kenya bagi perusahaan-perusahaan Mauritius.
Pada bulan Oktober 2014, sebuah kelompok pelobi Kenya menggugat Kementerian Keuangan Kenya atas Perjanjian Pajak Berganda yang masih tertunda. Kelompok pelobi tersebut mengklaim bahwa hal ini akan membantu perusahaan-perusahaan terbesar di Kenya menghindari pajak.[3]
Kedua negara juga menandatangani kesepakatan yang memungkinkan pertukaran informasi perbankan. Kesepakatan ini muncul ketika perusahaan perbankan Kenya sedang berencana untuk berekspansi ke Mauritius.[4]
Kerja sama perdagangan
Pada tahun 2011, Mauritius membeli 9.000 sapi senilai KES. 225 juta (US$2,5 juta) dari Kenya. Mauritius mulai bergantung pada ekspor ternak dari Kenya.[5]