Pada bulan Desember 2013, dalam kunjungan lima harinya ke Aljazair, Ketua Majelis Nasional Kenya, Justin Muturi, bertemu dengan Perdana Menteri Aljazair, Abdelmalek Sellal. Dalam perundingan tersebut, kedua negara sepakat untuk membentuk komisi gabungan Aljazair-Kenya yang bertujuan untuk meningkatkan hubungan kedua negara.[2]
Aljazair dan Kenya sepakat untuk mengembangkan bidang ekonomi, teknologi, dan politik serta cara dan sarana untuk memperkuat hubungan dan mengembangkan kedua negara. Kedua negara telah menandatangani dua pakta kerja sama dan konsultasi politik.[5]
Dalam pertemuan dengan Menteri Energi Aljazair Addelhamid Senouci Bereksi, disepakati bahwa Aljazair akan melatih warga Kenya mengenai produksi minyak dan gas sementara Kenya akan membuka pintunya bagi warga Aljazair untuk mengikuti pelatihan mengenai energi panas bumi dan energi terbarukan.[5]
Dalam pertemuan lain dengan Perdana Menteri Aljazair, Abdelmalek Sellal, kedua pemimpin berjanji untuk terus bekerja sama untuk membendung terorisme melalui pembagian informasi penting.[5]
Bidang perdagangan
Pada tahun 2013, Kenya mengekspor barang senilai KES. 545 juta (EUR. 5,3 juta) dibandingkan dengan impor sebesar KES. 13 juta (EUR. 126.000).[1]