Hubungan diplomatik antara Eritrea dan Kenya agak tegang karena pada tahun 2011 Kementerian Luar Negeri Kenya menuduh pemerintah Eritrea memasok senjata kepada kelompok militan Al-Shabaab. Pihak berwenang Eritrea menolak tuduhan tersebut. Selain itu, kementerian Kenya mengancam akan meninjau kembali hubungan bilateralnya dengan Asmara.[1]
Saat ini hubungan antara kedua negara terlihat lebih stabil dengan Presiden Afwerki melakukan kunjungan kenegaraan lagi pada akhir tahun 2018.[3] Hal itu diikuti oleh kunjungan Presiden Kenyatta pada Januari 2019 untuk KTT Tripartit di Asmara antara Etiopia, Eritrea dan Kenya. Pada akhir tahun 2022 Presiden Kenya yang baru, William Ruto, tiba di Asmara dalam kunjungan kenegaraan diplomatik. Eritrea dan Kenya menandatangani perjanjian diplomatik tentang perjalanan bebas visa bagi warga negara kedua negara yang memiliki paspor.[4]
Hubungan perdagangan
Eritrea dan Kenya menjalin hubungan perdagangan.[5] Kedua negara tersebut merupakan anggota blok perdagangan Otoritas Antarpemerintah untuk Pembangunan (IGAD).[6]
Eritrea tidak memiliki ekspor ke Kenya. Namun, Eritrea mengimpor barang senilai $4 dan $5 juta setiap tahunnya dari negara tersebut.[5]