Bangladesh membuka perwakilan diplomatik di Argentina pada tahun 1970-an, tetapi menutupnya pada tahun 1978.[1] Pada tahun 2008, Ernesto Carlos Alvarez diangkat sebagai Duta Besar Argentina untuk Bangladesh.[2]
Pada bulan Juli 2022, untuk memperingati 50 tahun hubungan diplomatik, Wakil Menteri Luar Negeri Argentina, Claudio Javier Rozencwaig mengunjungi Dhaka, Bangladesh, didampingi oleh Duta Besar Argentina untuk Bangladesh, Hugo Gobbi. Nota kesepahaman ditandatangani oleh kedua belah pihak yang sepakat untuk melanjutkan diskusi antara pemerintah masing-masing. Delegasi Argentina bertemu dengan pejabat senior Bangladesh termasuk Menteri Negara Urusan Luar Negeri, Shahriar Alam yang memuji penyair Argentina Victoria Ocampo karena meningkatkan kesadaran mengenai penderitaan rakyat Bangladesh selama Perang Pembebasan.[4]
Pada bulan Desember 2022, selama Piala Dunia FIFA, Menteri Luar Negeri Argentina Santiago Cafiero mengumumkan niat pemerintah Argentina untuk membuka kembali kedutaan besar di Bangladesh, dengan alasan meningkatnya pertukaran komersial dan kepentingan bersama dalam kerja sama di berbagai bidang, termasuk olahraga.[5] Pada bulan Februari 2023, Argentina membuka kembali kedutaan besarnya di Dhaka.[6]
Hubungan perdagangan dan ekonomi
Bangladesh dan Argentina telah menunjukkan minat dalam memperluas kegiatan ekonomi bilateral antara kedua negara.[2] Kapal-kapal Bangladesh, produk farmasi, pakaian jadi,[7]melamin dan keramik[8] telah diidentifikasi sebagai produk dengan potensi besar di pasar Argentina.[9] Ada permintaan yang baik di Argentina untuk keramik Bangladesh dengan FARR Ceramics menjadi eksportir keramik Bangladesh utama ke Argentina.[10]
Ekspor minyak kedelai dari Argentina ke Bangladesh meningkat pada tahun 2010.[11]
Kerja sama lainnya
Argentina telah menunjukkan minat untuk menyelenggarakan kursus bahasa Spanyol bagi pejabat Bangladesh. Argentina juga bermaksud untuk menandatangani perjanjian pembebasan visa dengan Bangladesh.[12]