Hubungan ekonomi
Bangladesh dan Uzbekistan telah melakukan upaya berkelanjutan untuk memperdalam hubungan ekonomi mereka melalui mekanisme antarpemerintah dan kunjungan tingkat tinggi.[6] Pada bulan Mei 2012, sesi pertama Komisi Antarpemerintah tentang Perdagangan dan Kerja Sama Ekonomi Uzbekistan-Bangladesh diadakan di Tashkent, yang menandai langkah penting dalam melembagakan keterlibatan ekonomi.[3] Sesi kedua diadakan di Dhaka pada bulan April 2014, dipimpin oleh Menteri Hubungan Ekonomi Luar Negeri Uzbekistan, Elyor Ganiyev, untuk lebih meningkatkan kerja sama dalam perdagangan, investasi, dan pembangunan.[7]
Kedutaan Besar Bangladesh di Tashkent menyelenggarakan seminar bisnis tentang "Prospek Bisnis dan Kerjasama Ekonomi antara Bangladesh dan Uzbekistan" pada tanggal 10 April 2018, bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri Uzbekistan.[8]
Menteri Luar Negeri Bangladesh, Shahriar Alam, hadir sebagai Tamu Kehormatan dan menyampaikan minat Bangladesh untuk mendorong pengusaha Uzbekistan untuk berkolaborasi dengan rekan-rekan Bangladesh mereka.[8]
Seminar tersebut mencakup presentasi oleh Duta Besar Bangladesh untuk Uzbekistan, Mosud Mannan, yang membahas peluang bisnis antara kedua negara. Selain itu, aspek hukum dalam berbisnis di Uzbekistan dibahas oleh Zulfiya Islamova, Direktur Urusan Eksternal di kelompok hukum S. Verein.[8]
Pada bulan Januari 2018, delegasi tingkat tinggi dari Uzbekistan, yang dipimpin oleh Wakil Menteri Ekonomi Pertama Mubin Mirzayev, mengunjungi Bangladesh. Selama kunjungan tersebut, delegasi tersebut mempelajari industri tekstil Bangladesh yang sukses, yang menunjukkan minat Uzbekistan yang semakin besar untuk mengadopsi keahlian Bangladesh, khususnya dalam manufaktur tekstil dan pengembangan tenaga kerja.[3][9]
Keterlibatan ini mencerminkan niat kedua negara untuk memperluas kerja sama bilateral di bidang farmasi, tekstil, pertanian, dan pengembangan kapasitas, sehingga berkontribusi pada kolaborasi ekonomi yang lebih luas.[10]
Pada tahun 2025, diskusi penting dilakukan terkait kemungkinan membangun konektivitas udara antara Bangladesh dan Uzbekistan.[11] Duta Besar Bangladesh Mohammad Monirul Islam mengadakan pertemuan dengan Wakil Menteri Transportasi Uzbekistan, Choriyev Jasurbek Ergashevich, di Tashkent. Selama pertemuan tersebut, Duta Besar menekankan pentingnya penandatanganan cepat Perjanjian Layanan Udara (ASA) yang diusulkan untuk meluncurkan penerbangan langsung antara Dhaka dan Tashkent.[11] Ia menyatakan bahwa pengenalan Uzbekistan Airways pada rute ini akan membawa momentum baru bagi perdagangan bilateral, investasi, pendidikan, budaya, dan pariwisata antara kedua negara.[11]
Wakil Menteri Uzbekistan menegaskan bahwa pemerintah mereka secara aktif mempertimbangkan masalah tersebut dan membahas tantangan serta solusi potensial untuk pelaksanaannya. Kedua belah pihak menyatakan komitmen mereka untuk lebih memperkuat hubungan bilateral dan menegaskan kembali janji mereka untuk bekerja sama di masa mendatang.[11]
Pada tahun 2023, Bangladesh secara resmi meminta Uzbekistan untuk membangun konektivitas udara langsung antara kedua negara dan membuka Perwakilan Diplomatik Uzbekistan di Dhaka. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan bisnis, investasi, pariwisata, dan pertukaran antarmasyarakat, dengan fokus pada perluasan kerja sama untuk mencakup pendidikan, lapangan kerja, dan pengembangan kapasitas, di samping hubungan sejarah, budaya, dan spiritual yang telah lama terjalin.[12][13]
Permintaan ini dibahas selama putaran ketiga Konsultasi Kantor Luar Negeri (FOC) antara Bangladesh dan Uzbekistan, yang diadakan di Tashkent pada 11 Juni, Menteri Luar Negeri Masud Bin Momen memimpin delegasi Bangladesh, sementara Wakil Menteri Luar Negeri Pertama Uzbekistan, Bakhromjon Aloyev, memimpin pihak Uzbekistan.[14] Kedua negara menekankan pentingnya kunjungan politik tingkat tinggi, usaha patungan di bidang tekstil, farmasi, dan pertanian, serta peningkatan pariwisata dan pertukaran budaya.[15]
Selain itu, Nota Kesepahaman (MoU) ditandatangani antara Akademi Layanan Luar Negeri Bangladesh dan Akademi Diplomatik Universitas Ekonomi Dunia dan Diplomasi Uzbekistan. Kedua pihak sepakat untuk mengadakan putaran konsultasi berikutnya di Bangladesh pada waktu yang disepakati bersama.[16]