Bangladesh dan Selandia Baru tidak memiliki hubungan diplomatik langsung satu sama lain. Komisariat Tinggi Selandia Baru untuk India di New Delhi merangkap untuk Bangladesh, sedangkan Komisariat Tinggi Bangladesh untuk Australia di Canberra merangkap untuk Selandia Baru.[1]
Kunjungan tingkat tinggi
Pada bulan Agustus 2009, Menteri Kesehatan Bangladesh saat itu Ruhal Haque mengunjungi Wellington.[1] Pada tahun 2014, utusan khusus Perdana Menteri Selandia Baru, Jim Bolger melakukan kunjungan resmi selama empat hari ke Dhaka.[2]
Kerjasama pendidikan
Bangladesh dan Selandia Baru telah menjalin kerja sama di sektor pendidikan. Setiap tahun sejumlah mahasiswa sarjana dan pascasarjana Bangladesh diberikan beasiswa untuk belajar di Selandia Baru.[3]
Kerjasama ekonomi
Perdagangan bilateral antara Bangladesh dan Selandia Baru telah tumbuh dengan stabil. Selandia Baru telah menjadi salah satu pasar baru bagi industri pembuatan kapal Bangladesh ketika Pemerintah Selandia Baru menandatangani kesepakatan dengan Western Marine Shipyard pada tahun 2013 untuk membangun kapal laut yang akan beroperasi antara Kepulauan Samoa dan Tokelau. Ketika dibangun, itu akan menjadi kapal buatan Bangladesh pertama untuk Pasifik.[4] Namun, kesepakatan itu menimbulkan beberapa kontroversi karena pemerintah Selandia Baru memilih perusahaan asing daripada galangan kapal lokal.[5] Ekspor Bangladesh lainnya ke Selandia Baru termasuk pakaian tenun dan wol, produk goni, dan lain-lain. Perdagangan bilateral sebagian besar menguntungkan Selandia Baru. Pada tahun 2011, perdagangan bilateral antara kedua negara berjumlah hampir US$200 juta, yang mana, sedikit lebih dari $150 juta adalah ekspor Selandia Baru ke Bangladesh. Barang ekspor Selandia Baru sebagian besar didominasi oleh produk susu.[1]