Menteri Luar Negeri Peru, Javier González-Olaechea, dalam pertemuan virtual dengan Menteri Luar Negeri Selandia Baru, Winston Peters, 20 Maret 2024.
Pada tahun 1972, Selandia Baru dan Peru menjalin hubungan diplomatik.[1] Segera setelah itu, kedua negara membuka kedutaan besar tetap di ibu kota masing-masing. Pada tahun 1990, Selandia Baru menutup kedutaan besarnya di Lima.[2] Pada bulan Juni 1998, Presiden Peru Alberto Fujimori menjadi kepala negara Peru pertama yang melakukan kunjungan resmi ke Selandia Baru.[3] Presiden Fujimori kembali ke Selandia Baru pada bulan September 1999 untuk menghadiri KTT APEC ke-11 yang diadakan di Selandia Baru.[4]
Pada tahun 2002, Menteri Luar Negeri Selandia Baru Phil Goff melakukan kunjungan resmi ke Peru.[2] Pada bulan November 2008, Perdana Menteri Selandia Baru John Key melakukan kunjungan resmi ke Peru untuk menghadiri KTT APEC ke-20 di Lima.[5] Pada tahun 2010, Peru menutup kedutaannya di Wellington.[2] Pada bulan November 2016, Perdana Menteri Key kembali ke Peru untuk menghadiri KTT APEC ke-28 di Lima.
Sejak tahun 2012, Selandia Baru telah menjadi pengamat aktif Aliansi Pasifik yang meliputi Peru, Kolombia, Chili, dan Meksiko. Selandia Baru memulai negosiasi menuju perjanjian perdagangan bebas (FTA) yang berkualitas tinggi dan komprehensif dengan Aliansi Pasifik pada Juni 2017. Setelah negosiasi selesai dan FTA berlaku, Selandia Baru akan menjadi Negara Afiliasi Aliansi Pasifik. Pada Februari 2018, Peru membuka kembali kedutaannya di Wellington.[6]
Kunjungan tingkat tinggi
Presiden Peru Pedro Pablo Kuczynski dan Perdana Menteri Selandia Baru John Key menghadiri KTT APEC ke-29 di Lima; November 2016.
Kunjungan tingkat tinggi dari Selandia Baru ke Peru
Kedua negara telah menandatangani beberapa perjanjian bilateral seperti Perjanjian Kerja Sama Teknis (1974); Perjanjian Konsultasi Tingkat Tinggi (1998); Perjanjian Komunikasi Bersama (1998); Perjanjian Liburan Kerja (2011) dan Perjanjian Layanan Udara (2018).[7][8]
Kerja sama perdagangan
Pada tahun 2016, perdagangan antara Selandia Baru dan Peru mencapai US$83 juta.[9]Ekspor utama Selandia Baru ke Peru meliputi: produk berbasis susu, olahan makanan, mesin, dan makanan laut.[10] Ekspor Peru ke Selandia Baru meliputi: lemak dan konsentrat minyak ikan, kopi, cangkang kerang, mangga, kacang brasil, asparagus kalengan, kinoa, dan kayu profil.[11]