Kedua negara menjalin hubungan pada tanggal 1 Maret 1963, dan telah mempertahankannya sejak saat itu.[2] Duta Besar Peru untuk Australia juga merangkap sekaligus untuk Selandia Baru hingga kedutaan dibuka di Wellington, yang ditutup pada tahun 2010 tetapi dibuka kembali pada tahun 2019.[3] Pemerintah Australia pertama kali mengumumkan akan membuka kedutaan di Lima pada tahun 1968,[4] yang ditutup antara tahun 1986 dan 2010[5] sebagai akibat dari Anggaran Pemerintah Australia tahun 1986.[6]
Pada tahun 2006, jumlah warga Australia keturunan Peru adalah 5.500 orang, beserta keluarga mereka.[1] Menurut sensus yang dilakukan pada tahun 2016 oleh Departemen Dalam Negeri, 9.556 warga Australia lahir di Peru, sementara 11.139 mengaku memiliki keturunan Peru.[7]
Pada tanggal 12 Februari 2018, Perjanjian Perdagangan Bebas antara Peru dan Australia ditandatangani.[10] Pada tanggal 12 Februari 2019, Peru meratifikasi Perjanjian Perdagangan Bebas tersebut.[11] Australia dan Peru memiliki perjanjian perdagangan dengan Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik yang mulai berlaku pada tanggal 19 September 2021.[12]
Kediaman perwakilan diplomatik
Australia mempunyai kedutaan besar di Lima dan konsulat kehormatan di Cusco yang dibuka pada tahun 2023.[13]
↑"Relaciones Bilaterales Perú - Australia". Ministerio de Relaciones Exteriores (dalam bahasa Spanyol). Diarsipkan dari asli tanggal 1 Desember 2016. Diakses tanggal 11 September 2025.