Kevin Michael Rudd (lahir 21 September 1957) adalah seorang diplomat dan mantan politikus Australia. Ia menjabat sebagai Perdana Menteri Australia ke-26, dari 2007 hingga 2010 dan Juni 2013 hingga September 2013, bersamaan sebagai Pemimpin Partai Buruh Australia. Rudd saat ini menjabat sebagai Duta Besar Australia untuk Amerika Serikat sejak 2023.[1] Ia pernah menjabat sebagai anggota parlemen mewakili daerah pemilihan Griffith di Queensland dari 1998 hingga 2013.
Pada pemerintahan Perdana Menteri Julia Gillard, ia menduduki jabatan sebagai Menteri Luar Negeri Australia dari 14 September 2010, namun pada tanggal 22 Februari 2012, secara mendadak ia mengundurkan diri dari jabatannya. Kevin Rudd menyampaikan pengunduran dirinya melalui konferensi pers di Washington DC, Amerika Serikat. Alasan pengunduran diri ini, karena ia merasa tidak lagi mendapat dukungan dan kepercayaan dari Perdana Menteri Julia Gillard. Beberapa media berspekulasi bahwa alasannya mundur adalah untuk bersiap merebut kepemimpin Partai Buruh dari Julia Gillard dan sekaligus menjadi Perdana Menteri Australia kembali.[2]
Karier Politik
Pada 4 Desember2006, para politikus pusat memilihnya sebagai Ketua Partai Buruh Australia. Dengan suara 49:39, ia mengalahkan ketua sebelumnya, Kim Beazley. Dengan kemenangan ini, ia berhak menantang Perdana MenteriJohn Howard dari konservatif pada pemilu tahun 2007. Ia menjadi pemimpin keenam ALP yang dihadapi Howard dalam 10 tahun sejak koalisi partai konservatif menguasai pemerintahan. ALP menang dalam pemilu tersebut dan Rudd menjadi perdana menteri.
Hubungan dengan Asia
Sebelum terpilih sebagai Ketua ALP, ia dikenal sebagai seorang diplomat. Ia pernah bertugas di Stockholm dan Beijing. Rudd yang fasih berbahasa Mandarin juga pernah terpilih sebagai anggota parlemen pusat pada tahun 1988.
Sasterakanta (Tesis) doktor Rudd yang mengenai aktivis demokrasi Tiongkok terkemuka Wei Jingsheng[9] ditulis dengan pengawasan dari Pierre Ryckmans (seorang ahli ilmu kebudayaan Tiongkok ulung yang berketurunan Belgia-Australia).[10] Untuk mencari uang tambahan sewaktu ia masih kuliah, Rudd membersihkan rumah seorang juru ulas politik Australia (Laurie Oakes).[11] Pada tahun 1980, kuliahnya di bidang kajian Tiongkok dilanjutkan di luar negeri, di Universitas Sekolah Guru Taiwan Nasional yang terletak di ibu kota Taiwan, Taipei.[12]