Kedua negara menjalin hubungan diplomatik pada tanggal 23 Juni 1987.[3] Peru memiliki kedutaan besar di Accra sejak tahun 2013, yang digunakan bersama dengan anggota Aliansi Pasifik lainnya.[4][5] Sebuah konsulat dibuka oleh Peru di kota pesisir Tema pada tahun 2015.[6]
Pada tahun 2015, delegasi Peru yang dipimpin oleh Carlos Pareja Ríos mengunjungi Accra untuk meningkatkan hubungan bilateral,[7] serta untuk meresmikan kedutaan Peru di negara tersebut.[8] Pada tahun 2016, delegasi Ghana mengunjungi Peru untuk meningkatkan perdagangan antara kedua negara.[9][2]
Kerja sama perdagangan
Pada tahun 2020, ekspor Peru ke Ghana mencapai nilai US$17,8 juta, yang menunjukkan pertumbuhan sebesar 229% dibandingkan tahun 2019. Pada tahun yang sama, neraca perdagangan antara kedua negara adalah US$ 17,5 juta, pertumbuhan sebesar 276% dibandingkan tahun sebelumnya.[10]
Kediaman perwakilan diplomatik
Ghana merangkap sekaligus untuk Peru melalui kedutaannya di Brasília. Ghana juga mempunyai konsulat kehormatan di Lima.[2]
Peru memiliki kedutaan besar di Accra dan konsulat kehormatan di Tema.
↑Mariátegui, Juan (1997). El diferendo fronterizo Perú-Ecuador (1994-1997): reflexiones en voz alta (dalam bahasa Spanyol). J. Mariátegui. hlm.280. Cuando él [Alberto Fujimori] fue presidente, en julio de 1990, existían seis embajadas en Africa. Luego, unos meses después suprimió cuatro (Kenia, Zimbabwe, Zambia y Argelia), quedando hasta el presente, Marruecos y Egipto.