Hubungan antara Peru dan Irlandia bermula pada masa pemerintahan Kewizuraian Peru, di mana Ambrosio O'Higgins, seorang raja muda keturunan Irlandia, memerintah negara tersebut dari tahun 1796 hingga 1801.[1] Selama Perang Kemerdekaan Amerika Spanyol, sukarelawan Irlandia berpartisipasi bersama pasukan Inggris dalam Perang Kemerdekaan Peru. Salah satu contohnya adalah kehadiran batalion Irlandia selama pertempuran penting Ayacucho,[2] serta selama pertempuran Pinchincha (kampanye Ekuador),[3] di antara pertempuran lainnya.[4] Tokoh Irlandia terkemuka pada dekade awal ini termasuk Daniel Florence O'Leary dan Francis O'Connor.[1] Gelombang imigran lainnya datang selama booming guano di Peru di bawah kepresidenan Ramón Castilla, yang akhirnya membentuk komunitas kecil di Callao.[1]
Hubungan bilateral secara resmi terjalin pada tanggal 27 Juni 1999.[5] Hingga tahun 2017, duta besar Peru di London merangkap jabatan dengan Irlandia. Peru meresmikan kedutaan besarnya di Dublin pada bulan September 2017.[6] Duta besar tetap pertama untuk negara tersebut adalah Carmen McEvoy, yang kakek buyutnya meninggalkan Irlandia selama kelaparan tahun 1850-an.[1][7]
Menteri Negara untuk Promosi Perdagangan, Digital dan Regulasi Perusahaan Dara Calleary (2024).[9][10]
Kerja sama perdagangan
Kamar dagang Irlandia-Peru beroperasi di Peru untuk mempromosikan kepentingan Irlandia di negara tersebut.[11]
Pada tahun 2022, perdagangan antara kedua negara mencapai US$111,4 juta.[12]Ekspor Irlandia ke Peru mencapai US$77,7 juta dengan sektor-sektor seperti produk kimia untuk keperluan medis dan produk sampingan susu menjadi yang paling umum. Sementara itu, ekspor Peru ke Irlandia mencapai US$33,7 juta dengan minyak atsiri menyumbang sekitar 23,7% dari seluruh ekspor. Produk pertanian juga merupakan salah satu ekspor utama Peru dengan buah-buahan tropis dan kopi menjadi yang paling banyak dikirim ke Irlandia.[13]
Kedutaan Besar Peru di Dublin
Kediaman perwakilan diplomatik
Irlandia merangkap sekaligus untuk Peru melalui kedutaannya di Santiago de Chile dan memiliki konsulat kehormatan di Lima.[14]
↑Mackenzie, S.P (2013). Revolutionary Armies in the Modern Era: A Revisionist Approach The New International History. Routledge. hlm.66. ISBN9781135091194.
↑
Brian McGinn. "St. Patrick's Day in Peru, 1824". irlandeses.org (dalam bahasa Inggris). Society for Irish Latin American Studies. Diakses tanggal 5 Mei 2009.