Hubungan Bangladesh dengan Taiwan merujuk pada hubungan internasional antara Republik Tiongkok (Taiwan) dan Bangladesh. Taiwan dan Bangladesh tidak memiliki hubungan resmi.
Pada tahun 2004, pemerintah Taiwan mendirikan Kantor Ekonomi dan Kebudayaan Taipei di Bangladesh di ibu kota Dhaka, namun karena hambatan dari pemerintah Bangladesh, kantor tersebut tidak dapat menawarkan layanan visa, yang menyebabkan penutupan kantor tersebut pada tanggal 30 Juni 2009.[2] Sejak penutupan kantor tersebut, urusan Bangladesh telah ditangani bersama oleh Pusat Ekonomi dan Kebudayaan Taipei di New Delhi, India dan Kantor Ekonomi dan Kebudayaan Taipei di Bangkok, Thailand.[3]
Kebijakan visa
Berdasarkan kebijakan visa Bangladesh, warga negara Taiwan dengan Paspor Republik Tiongkok dapat diberikan visa pada saat kedatangan, namun berdasarkan kebijakan visa Taiwan, warga negara Bangladesh kini harus memperoleh visa di New Delhi atau Bangkok.[4]
Ada lebih dari 40 perusahaan Taiwan yang berinvestasi di Bangladesh, kategori terbesar adalah manufaktur pakaian, manufaktur sepatu, akuakultur, manufaktur furnitur. Perusahaan manufaktur sepatu sebagian besar berada di Chittagong, dan yang lainnya berada di pinggiran kota Dhaka.[6]
Investor Taiwan terbesar di Bangladesh adalah Perusahaan Tekstil Run Xing, dan yang kedua adalah Korporasi Pou Chen, yang membuat sepatu lari untuk Nike, Adidas dan Puma.[7] Setelah upah meningkat di Tiongkok dan protes anti-Tiongkok di Vietnam tahun 2014, banyak perusahaan Taiwan telah memutuskan untuk memindahkan pabrik mereka ke Bangladesh karena upah yang lebih rendah dan lingkungan yang stabil.[8]