Hubungan ekonomi
Hubungan ekonomi antara Bangladesh dan Rumania telah berkembang pesat selama beberapa dekade terakhir. Kedua negara telah menyatakan minat bersama untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor, termasuk tekstil, farmasi, pengembangan agroindustri, migrasi tenaga kerja terampil, dan ekonomi biru.[7]
Rumania telah berjanji untuk mendukung upaya Bangladesh dalam mempertahankan hak istimewa perdagangan Skema Preferensi Umum Plus (GSP+) di Uni Eropa, yang memfasilitasi akses bebas bea ke pasar Eropa untuk barang-barang Bangladesh. Kolaborasi tersebut menyoroti tujuan bersama kedua negara dalam memperkuat kerangka ekonomi bilateral dan membina kemitraan jangka panjang.[4]
Pada bulan Februari 2025, duta besar Bangladesh yang baru diangkat untuk Rumania, Shahnaz Gazi, menyerahkan surat kepercayaannya di Bukares, yang menegaskan kembali komitmennya untuk memperdalam hubungan bilateral dan keterlibatan ekonomi.[8]
Rumania telah menyatakan minatnya untuk memperluas perdagangan bilateral hingga mencapai USD 200 juta, menyoroti peluang di sektor-sektor seperti farmasi, agroindustri, tekstil, dan infrastruktur. Perusahaan-perusahaan Rumania telah menunjukkan minat untuk berinvestasi di sektor tenaga air Bangladesh, khususnya melalui pembangunan pembangkit listrik tenaga air mini, mengingat sistem sungai Bangladesh yang luas. Rumania juga telah menawarkan keahliannya dalam modernisasi kilang, khususnya dalam meningkatkan operasi di Eastern Refinery Limited.[4]
Selain itu, Rumania, sebagai produsen gandum utama, telah menjajaki kemungkinan memasok gandum ke Bangladesh, terutama mengingat adanya gangguan ekspor gandum ke Ukraina akibat konflik Rusia-Ukraina.[4]
Pelabuhan Constanța, pelabuhan terbesar di Laut Hitam, telah diusulkan oleh Rumania sebagai pusat logistik potensial untuk ekspor Bangladesh ke Eropa Tengah dan Timur, yang dapat mengurangi waktu dan biaya pengiriman, serta memperkuat konektivitas perdagangan regional.[4]
Rumania telah menyetujui perekrutan hingga 100.000 pekerja asing, termasuk pekerja asal Bangladesh, di sektor-sektor seperti konstruksi, pertanian, perhotelan, dan jasa.[9] Pemerintah Rumania telah menyatakan kekhawatirannya mengenai eksploitasi pekerja Bangladesh oleh perantara dan telah menyerukan mekanisme Pemerintah-ke-Pemerintah (G2G) untuk memastikan migrasi tenaga kerja yang lebih aman dan lebih transparan.[4]
Meskipun pekerja Bangladesh pada umumnya diterima dengan baik di Rumania, masih ada tantangan terkait pelatihan dan keterampilan bahasa. Beberapa pekerja dilaporkan telah berupaya menggunakan Rumania sebagai rute transit ke wilayah lain di Eropa melalui jalur yang tidak resmi. Pihak Rumania menekankan perlunya regulasi yang tepat dan pelatihan pra-keberangkatan untuk menghindari masalah tersebut.[4]
Bidang perdagangan
Perdagangan bilateral antara Bangladesh dan Rumania telah mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Menurut data dari Observatory of Economic Complexity (OEC), Bangladesh mengekspor barang senilai sekitar USD $104 juta ke Rumania pada tahun 2023, naik dari USD $41,9 juta pada tahun 2018, yang menunjukkan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata hampir 20%.[10]
Kategori ekspor lainnya termasuk alas kaki, sayuran, ikan, dan komponen listrik.[11]