Hubungan Bangladesh dengan Kazakhstan merujuk pada hubungan bilateral antara Bangladesh dan Kazakhstan. Presiden BangladeshIajuddin Ahmed mengatakan bahwa kedua negara menikmati hubungan diplomatik yang baik dan berupaya untuk lebih memperkuatnya.[1] Kedua negara merupakan anggota Organisasi Kerja sama Islam. Kedua negara tidak memiliki duta besar tetap. Pada tahun 2009, Kazakhstan mengumumkan niatnya untuk membuka konsulat di Dhaka.[2]
Kunjungan tingkat tinggi
Mantan menteri luar negeri Bangladesh Dipu Moni berkunjung ke Astana pada tahun 2012.[3]
Kerjasama ekonomi
Baik Bangladesh maupun Kazakhstan bersemangat untuk memperluas perdagangan bilateral dan telah melakukan berbagai langkah dalam hal ini.[4][5] Produk-produk Bangladesh termasuk goni, barang-barang goni, teh, obat-obatan dan pakaian telah diidentifikasi sebagai produk-produk dengan potensi tinggi di pasar Kazakhstan.[1] Pada tahun 2008, kedua negara membentuk komisi ekonomi bersama untuk meningkatkan kegiatan ekonomi antara kedua negara.[6] Pada tahun 2012, Bangladesh diberikan akses bebas bea ke pasar Kazakhstan.[7] Pada tahun 2013, delegasi bisnis tingkat tinggi dari Bangladesh, yang dipimpin oleh mantan sekretaris perdagangan Mahbub Ahmed, melakukan kunjungan ke Kazakhstan untuk menjajaki cara-cara untuk meningkatkan perdagangan bilateral.[8]