Eropa memiliki luas kira-kira 10,18 juta km² (3,93 juta mil²), atau 2% dari luas total permukaan bumi (6,8% dari luas daratan), menjadikannya sebagai benua terkecil kedua (menggunakan model tujuh benua). Secara politik, Eropa terbagi menjadi lima puluh negara berdaulat, dengan Rusia adalah yang terbesar dan paling banyak penduduknya, mencakup 39% dari luas benua dan 15% dari total populasi Eropa. Pada tahun 2021, Eropa memiliki penduduk sekitar 745 juta (kira-kira 10% dari populasi dunia); yang terbanyak ketiga setelah Asia dan Afrika. Iklim di Eropa dipengaruhi oleh arus Atlantik yang hangat, seperti Arus Teluk, yang menciptakan iklim sedang di sebagian besar wilayah Eropa. Semakin jauh dari laut, perbedaan musim lebih terlihat, yang menciptakan iklim benua.
Kebudayaan Eropa terdiri dari beragam budaya nasional dan regional, yang menjadi asal muasal peradaban Barat, bermula sejak peradaban Yunani kuno dan Romawi kuno, lalu dilanjutkan dengan masuknya agama Kristen, yang menjadi akar kebudayaan Eropa. Dimulai dengan jatuhnya Kekaisaran Romawi Barat pada tahun 476 M, menguatnya Kristen di Eropa setelah periode migrasi menandai Abad Pertengahan pascaklasik Eropa. Renaisans, yang bermula dari Florence, menyebarkan seni dan sains ke seluruh benua yang menghantarkannya ke era modern. Sejak Zaman Penjelajahan, yang dipelopori oleh Spanyol dan Portugal, Eropa memainkan peran penting dalam urusan global dengan berbagai penjelajahan dan penaklukan di seluruh dunia. Antara abad ke-16 dan ke-20, negara-negara Eropa menjajah berbagai wilayah di Amerika, hampir seluruh Afrika dan Oseania, dan sebagian besar Asia.
Zaman Pencerahan, Revolusi Prancis, dan Perang Napoleon membentuk Eropa secara budaya, politik, dan ekonomi dari akhir abad ke-17 hingga paruh pertama abad ke-19. Revolusi Industri, yang dimulai di Inggris pada akhir abad ke-18, menimbulkan perubahan ekonomi, budaya, dan sosial yang besar di Eropa Barat dan akhirnya merambah ke seluruh dunia. Dua perang dunia dimulai dan sebagian besar berkecamuk di Eropa, yang bersumbangsih terhadap menurunnya hegemoni Eropa Barat dalam urusan dunia pada pertengahan abad ke-20, saat Uni Soviet dan Amerika Serikat muncul dan mendominasi dunia. Perang Dingin menyebabkan pemisahan Eropa di sepanjang Tirai Besi, dengan NATO di Barat dan Pakta Warsawa di Timur. Pemisahan ini berakhir seusai Revolusi 1989, runtuhnya Tembok Berlin, dan pembubaran Uni Soviet, yang memungkinkan terjadinya integrasi Eropa yang lebih maju.
Integrasi Eropa terus mengemuka sejak tahun 1948 dengan didirikannya Majelis Eropa, yang kemudian membuahkan Uni Eropa (UE), yang saat ini beranggotakan mayoritas negara Eropa. Uni Eropa adalah entitas politik antarnegara yang berada di antara konfederasi dan federasi dan didasarkan pada sistem perjanjian Eropa. UE bermula dari Eropa Barat kemudian berkembang ke timur sejak dibubarkannya Uni Soviet pada tahun 1991. Mayoritas anggotanya telah mengadopsi mata uang bersama, euro, dan ikut serta dalam pasar tunggal Eropa serta serikat pabean. Pengelompokan negara sesuai Kawasan Schengen juga telah menghapuskan kontrol perbatasan dan imigrasi intra-Eropa. Pemilihan umum diadakan setiap lima tahun sekali oleh UE, yang dianggap sebagai pemilihan umum demokratis terbesar kedua di dunia setelah India. Jika dihitung sebagai negara tunggal, perekonomian UE adalah yang terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Tiongkok.
Eropa memiliki sejarah kebudayaan, dan ekonomi yang panjang, dimulai dari Paleolitik. Penemuan terakhir di Monte Poggiolo, Italia, dari ribuan batuan buatan tangan yang ditanggal karbon sejauh 800.000 tahun lalu, memberikan sebuah bukti penting.
Awal dari budaya demokratik dan individualistik Barat sering kali dikatakan berasal dari Yunani Kuno, meskipun beberapa pengaruh lainnya, seperti Kristen, juga turut mempunyai andil atas penyebaran konsep seperti eglitarianisme, dan keuniversalan hukum.
Kekaisaran Romawi membagi benua sepanjang Rhine, dan Danube selama beberapa abad. Mengikuti penurunan Kekaisaran Romawi, Eropa mengalami kenaikan dari yang dikenal sebagai Zaman Migrasi. Periode tersebut dikenal sebagai Zaman Kegelapan sampai ke Renaisans. Pada masa ini, komunitas monastik terisolasi di Irlandia, dan di beberapa tempat lain menjaga, dan mengumpulkan secara hati-hati pengetahuan tertulis yang telah dikumpulkan sebelumnya. Renaisans dan Monarki Baru menandakan mulainya periode penemuan, eksplorasi, dan peningkatan dalam pengetahuan ilmiah. Pada abad ke-15Portugal membuka awal penemuan, yang diikuti oleh Spanyol. Kemudian Prancis, Belanda, dan Britania Raya turut bergabung dalam membangun kekaisaran kolonial besar dengan daerah kekuasaan yang luas di Afrika, Amerika, dan Asia.
Setelah masa penemuan, konsep-konsep demokrasi mulai menemukan pengaruhnya di Eropa. Perjuangan-perjuangan untuk memperoleh kemerdekaan muncul, terutama di Prancis pada periode yang dikenal sebagai Revolusi Prancis. Ini mengakibatkan pergolakan yang besar di Eropa karena ide-ide yang revolusioner ini menyebar ke sepanjang benua. Kebangkitan demokrasi menyebabkan bertambahnya tekanan di Eropa selain tensi-tensi yang telah ada karena persaingan di Dunia Baru. Dari semuanya, konflik yang paling terkenal adalah saat Napoleon Bonaparte merebut kekuasaan, dan membentuk Kekaisaran Prancis yang jatuh tak lama kemudian. Setelah peristiwa-peristiwa ini, Eropa perlahan-lahan menjadi stabil, tetapi sisa-sisa dari konsep periode lama telah mulai runtuh.
Batas-batas politik dan geografi Eropa tidak selalu sama. Peta fisik dan politik ini menunjukkan Eropa dengan lingkupnya yang terjauh, mencapai hingga Pegunungan Ural.
Eropa memiliki perkumpulan negara-negara Eropa yang dikenal sebagai Uni Eropa yang sekarang ini memiliki 27 negara anggota, dan masih terus berkembang.
map Eropa yang dapat diklik[1] (legenda:
biru = negara yang masuk baik Eropa maupun Asia; hijau = terkadang dimasukkan ke dalam Eropa, tetapi secara geografis di luar batas Eropa)
1 Kemerdekaan Kosovo, hanya diakui oleh sebagian kecil negara di dunia. 2 Sebagian dari Azerbaijan, dan Georgia terletak di Eropa dengan dasar definisi batas antara Eropa, dan Asia, yaitu pucak Pegunungan Kaukasus. 3 Wilayah Kazakstan di Eropa terdiri dari bagian barat Sungai Ural, dan Emba. 4 Wilayah Rusia di barat Pegunungan Ural dianggap bagian dari Eropa.
Selain itu, ada pula Eropa Barat Laut (sebagian Eropa Barat dan Eropa Utara), Kaukasus (Asia Barat/Eropa Timur)
Keragaman hayati
Binatang, dan tumbuhan Eropa sangat dipengaruhi oleh keberadaan, dan kegiatan manusia, karena mereka telah hidup berdampingan dengan masyarakat bercocok tanam selama ribuan tahun. Kecuali di Skandinavia, dan Rusia (dan hutan-hutan lindung), daerah yang belum terjamah manusia jarang dijumpai di Eropa.
Delapan puluh sampai sembilan puluh persen Eropa dulunya adalah hutan. Hutan-hutan ini menyebar dari Laut Mediterania sampai Samudra Arctic. Meskipun begitu hampir separuh hutan awalnya telah menghilang setelah kolonisasi selama berabad-abad. Sekarang ini Eropa masih memiliki seperempat dari seluruh hutan dunia—hutan separ Skandinavia, hutan tusam yang luas di Rusia, hutan hujankastanyaKaukasus, dan hutan pasang gabus di Mediterania. Sekarang ini penebangan hutan telah dihentikan, dan banyak pohon-pohon ditanam. Negara dengan hutan terkecil adalah Irlandia (8%) sedangkan negara dengan hutan terluas adalah Finlandia (72%).
↑The map shows one of the most commonly accepted delineations of the geographical boundaries of Europe, as used by National Geographic and Encyclopaedia Britannica. Whether countries are considered in Europe or Asia can vary in sources, for example in the classification of the CIA World Factbook or that of the BBC.