Selat Gibraltar memiliki lokasi yang sangat strategis. Kapal-kapal yang berjalan dari Atlantik ke Mediterania dan kebalikannya harus melewat selat ini. Juga, sangat banyak orang yang berlayar menyeberang dari Eropa ke Afrika dan sebaliknya, melewati selat ini. Pada Perang Dunia II, Britania (Inggris) mengontrol selat ini dari markas mereka. Kapal selam Jerman yang memasuki Laut Mediterania akan terjebak, karena mereka tidak bisa melewatinya kecuali dengan cara mengapung karena arus bawah laut selat terlalu kuat bagi kapal selam untuk menyelami selat Gibraltar.[butuh rujukan]
Sebagai badan laut paling sempit yang menghubungkan Eropa dengan Afrika, selat ini sering diseberangi oleh imigran gelap.[4]
Kedalaman dan lebar
Selat ini memiliki kedalaman sekitar 300 meter, dan lebar sekitar 14 kilometer pada sisi tersempitnya.[5]