Bidang pertahanan
Pada tahun 2009, Brasil menyetujui penjualan 100 peluru kendali anti-radiasi MAR-1 ke Pakistan meskipun India menekan Brasil untuk tidak melakukannya.[1]
Menteri Pertahanan Brasil Nelson Jobim menyebut rudal-rudal ini sebagai "cara yang sangat efektif untuk memantau" wilayah yang dilalui pesawat tempur, dan mengatakan kesepakatan dengan Pakistan bernilai 85 juta euro (167,6 juta dolar). Ia menolak protes dari India. "Brasil bernegosiasi dengan Pakistan, bukan dengan teroris," kata Jobim. "Membatalkan kesepakatan ini sama artinya dengan menuduh Pemerintah Pakistan melakukan kegiatan teroris."[2]
Di Perserikatan Bangsa-Bangsa, India berada dalam posisi sulit pada pertemuan Negosiasi Antar Pemerintah tentang reformasi Dewan Keamanan ketika Pakistan dan delegasi lainnya menuntut beberapa alasan atas tawaran keanggotaannya. Brasil, Jerman, dan Jepang juga mendukung sikap Pakistan untuk menjadi anggota tetap badan yang beranggotakan lima belas negara tersebut.[3]