Sejarah
Brasil dan Tanzania menjalin hubungan diplomatik pada tahun 1970.[1] Pada tahun 1979, Brasil membuka kedutaan besar di Dar es Salaam; namun, kedutaan besar tersebut ditutup pada tahun 1991 karena kendala anggaran. Pada bulan Maret 2005, kedutaan besar Brasil di Dar es Salaam dibuka kembali.[1] Pada tahun 2007, Tanzania membuka kedutaan besar tetap di Brasília.[1]
Pada Juli 2010, Presiden Luiz Inácio Lula da Silva menjadi kepala negara Brasil pertama yang mengunjungi Tanzania, yang merupakan tonggak sejarah dalam hubungan antara kedua negara. Selama kunjungan tersebut, kontak bilateral diperdalam di bidang-bidang seperti bahan bakar hayati, pertanian, investasi di bidang [[infrastruktu[]r, pertambangan dan perdagangan.[2]
Menyusul kunjungan Presiden Brasil, Menteri Luar Negeri Tanzania, Bernard Membe, mengunjungi Brasil pada bulan September 2010. Pada tahun 2011, Perdana Menteri Tanzania, Mizengo Pinda, melakukan kunjungan resmi ke Brasil. Pada tahun 2012, Presiden Tanzania, Jakaya Kikwete, juga mengunjungi Brasil.[1]
Kerja sama Brasil dengan Tanzania mencakup inisiatif di beberapa bidang. Baik pada tingkat trilateral maupun bilateral, inisiatif dikembangkan di sektor pertanian, kesehatan, energi, olahraga, dan perlindungan anak. Saat ini, program trilateral sedang dilaksanakan di bidang ketahanan pangan (makan siang sekolah) dan promosi pekerjaan layak di sektor kapas, serta program bilateral untuk memperkuat sektor kapas dan perikanan di Tanzania.[1]
Perjanjian bilateral
Pada Agustus 2008, kedua negara menandatangani beberapa perjanjian seperti Perjanjian Kerja Sama di Bidang Olahraga; Perjanjian Kerja Sama Pendidikan; Perjanjian Pembebasan Visa untuk Pemegang Paspor Diplomatik, Resmi atau Dinas; dan Perjanjian tentang Pelaksanaan Aktivitas yang Dibayar oleh Tanggungan Staf Diplomatik, Konsuler, Militer, Administrasi dan Teknis.[1] Pada tahun 2010, sebuah Nota Kesepahaman untuk kerja sama dalam memerangi deforestasi dan untuk pelatihan diplomat ditandatangani. Pada tahun 2018, sebuah Nota Kesepahaman tentang Konsultasi Politik juga ditandatangani antara kedua negara.[1]