Latar belakang
Franc Bernhard lahir pada tahun 1985 di Paris, Prancis. Ia merupakan anak dari Bupati Dairi Master Parulian Tumanggor.
Pada tahun 2011, ia menjabat sebagai komisaris di PT Indo Kebun Unggul, sebuah perusahaan yang bergerak di perkebunan kelapa sawit. Ia juga menjabat sebagai direktur utama PT Permata Hijau Gasindo, yang bergerak di bidang yang sama.[2]
Karier politik
Setidaknya sejak tahun 2016, Franc Bernhard memasuki Partai Golkar. Pada tahun tersebut, ia menjabat sebagai wakil bendahara di DPD Golkar Provinsi Sumatera Utara. Ia juga bergabung dengan Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro 1957), yang merupakan organisasi sayap Golkar.[2]
Ketika ia terpilih sebagai anggota DPRD Sumatera Utara periode 2019 - 2024, ia menjabat sebagai bendahara fraksi Golkar. Jabatan tersebut ia pegang sampai ia mengundurkan diri untuk mencalonkan diri sebagai Bupati Pakpak Bharat dalam pemilu 2020, didampingi oleh Mutsyuhito Solin sebagai calon wakil bupati. Mereka memenangkan pemilu dengan 18.348 suara (58,4% total suara),[3] dan secara resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pakpak Bharat.[4]
Pasangan Franc Bernhard dan Mutsyuhito kembali mencalonkan diri sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pakpak Bharat pada pemilu serentak 2024. Karena tidak ada pihak lain yang mencalonkan diri, maka mereka maju melawan kotak kosong. Mereka memenangkan pemilu dengan 17.690 suara (68,18% dari total suara) dan kembali dilantik untuk periode 2025 - 2030.[5][6]