ENSIKLOPEDIA
Abdul Hamid Wahid
Abdul Hamid Wahid | |
|---|---|
| Bupati Bondowoso ke-29 | |
| Mulai menjabat 20 Februari 2025 | |
| Presiden | Prabowo Subianto |
| Gubernur | Khofifah Indar Parawansa |
| Wakil | As'ad Yahya Syafi'i |
Pendahulu Daftar
Pengganti Petahana | |
| Rektor Universitas Nurul Jadid ke-1 | |
| Masa jabatan 19 Oktober 2017 – 6 Maret 2025 | |
Pendahulu Tidak ada, Jabatan baru Pengganti Najiburrahman Wahid | |
| Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia | |
| Masa jabatan 21 Oktober 2004 – 30 September 2014 | |
| Presiden | Susilo Bambang Yudhoyono |
| Ketua DPR | Agung Laksono Marzuki Alie |
| Grup parlemen | Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa |
| Daerah pemilihan | Jawa Timur II (2004-2009) Jawa Timur III (2009-2014) |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 04 September 1971 (umur 54) Paiton, Probolinggo, Jawa Timur |
| Partai politik | PKB |
| Suami/istri | Khodijatul Qodriyah |
| Hubungan | Zaini Mun'im (Kakek) Zuhri Zaini (Paman) |
| Anak | 5 |
| Almamater | |
| Pekerjaan | |
|
| |
R. Abdul Hamid Wahid gelar Datuk Guru[1] atau lebih dikenal nama Lora Hamid (lahir 4 September 1971) adalah seorang Akademisi, Ulama, dan Politikus Indonesia. Ia menjabat sebagai Bupati Bondowoso ke-29 untuk masa jabatan 2025–2030. Sebelumnya, ia merupakan Rektor Universitas Nurul Jadid pertama 2017–2025. Ia juga pernah menjadi Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa selama dua periode (2004–2014), serta menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo pada tahun 2003–2004.[2]
Kehidupan
Abdul Hamid Wahid terlahir dari pasangan K.H. Abd. Wahid Zaini, S.H. (Alm.) dan Nyai Hj. Zubaidiyah Thoha. Sejak kecil ia telah menempuh pendidikan formal yang religius, hingga kemudian melanjutkan karier sebagai tenaga pengajar masih di bidang keagamaan. Selain sebagai pengajar dan Pembantu Rektor IV di Institut Agama Islam Nurul Jadid Paiton Probolinggo (IAINJ), ia juga aktif membina Pondok Pesantren Nurul Jadid dan juga pernah mengajar di Sekolah Tinggi Teknologi Nurul Jadid Paiton Probolinggo (STTNJ). yang saat ini bernama Universitas Nurul Jadid (Unuja).
Pada tahun 1999, Abdul Hamid Wahid mengawali debut politik dengan menduduki kursi anggota DPRD Kabupaten di kota kelahirannya, Probolinggo, sebelum pada tahun 2003-2004 diangkat menjadi wakil ketua DPRD Kabupaten Probolinggo. Sejak bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), karier politik ayah dari 5 anak ini makin bersinar. Gus Hamid sukses menjadi anggota DPR/MPR-RI dari Fraksi PKB pada Periode 2004-2009, sebagai anggota Komisi X (menangani urusan Pendidikan, Pariwisata, OlahRaga, dan Perpustakaan). Kemudian mantan Pembantu Rektor IV IAI Nurul Jadid ini pun terpilih menjadi anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI DPD RI dan Anggota Grup Kerjasama Bilateral (GKSB) DPR RI untuk negara Brazil. Kinerjanya yang baik selama menjadi anggota DPR RI membawa Gus Hamid terlibat dalam beberapa Panitia Kerja / Panitia Khusus di antaranya Panja RUU BHP, Panja RUU Guru, Panja RUU Pariwisata, Pansus RUU Pornografi, Pansus RUU Anti Diskriminasi Ras dan Etnis, Panja Komisi VIII RUU Kesejahteraan Sosial
Abdul Hamid Wahid menyatakan perlunya penambahan anggaran keolahragaan, yang tentunya harus dikelola secara profesional dan transparan demi meningkatkan prestasi Indonesia di kancah nasional, regional, maupun internasional. Pernyataan tersebut berkaitan dengan SEA Games 2011 yang dituanrumahi oleh Indonesia, yang juga tak jauh dari event Olimpiade 2012.[3]
Pendidikan
Lora Hamid Wahid menempuh pendidikan formal mulai dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi. Ia memulai pendidikan dasarnya di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur pada tahun 1976 hingga 1982. Selanjutnya, ia melanjutkan pendidikan menengah pertama di Madrasah Tsanawiyah Nurul Jadid di tempat yang sama pada tahun 1982 hingga 1986.
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah pertama, Ra Hamid melanjutkan ke jenjang menengah atas di Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi'iyah, Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur pada tahun 1986 hingga 1989. Madrasah ini saat ini dikenal sebagai Madrasah Aliyah Negeri 3 Jombang.
Kemudian, Abdul Hamid melanjutkan studi tinggi di Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya dengan mengambil jurusan Pendidikan Agama pada Fakultas Tarbiyah dari tahun 1989 hingga 1994 dan meraih gelar Sarjana Agama (S.Ag).
Ia melanjutkan pendidikan pascasarjana di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada jurusan Studi Islam, dan memperoleh gelar Magister Agama (M.Ag) pada tahun 1999.[4]
Pada tahun 2026, ia berhasil menyelesaikan studi Program Doktor (S3) Manajemen Pendidikan Islam dan resmi meraih gelar Doktor dengan predikat cum laude setelah menjalani Ujian Disertasi Terbuka di Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.[5]
Riwayat organisasi
Abdul Hamid Wahid aktif dalam berbagai organisasi sejak awal kariernya. Ia menjabat sebagai Ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Timur pada 1996 hingga 2000. Pada periode 1998–2001, ia juga menjadi Wakil Ketua LSM Triguna Bhakti, dan pada saat yang sama menjabat Ketua LAKPESDAM NU Kraksaan (1998–2003).
Pada awal 2000-an, ia menjadi Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur (2001–2005) serta Ketua Dewan Pembina PMII Cabang Probolinggo (2002–2004). Ia juga terlibat sebagai Anggota Majelis Pembina Daerah Koordinator Cabang PMII Jawa Timur (2003–2005) dan Anggota Himpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (2003–2009). Pada tahun 2003–2013, ia menjabat sebagai Anggota Majelis Pertimbangan Pendidikan Agama.[6]
Pada periode 2010 hingga 2015, ia dipercaya menjadi Wakil Bendahara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Kemudian pada 2013–2017, ia menjabat Wakil Ketua Pengurus Wilayah Majelis Alumni IPNU Jawa Timur. Sejak 2019, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pengurus Pusat Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) Indonesia.[7]
Pada tahun 2021, ia terpilih sebagai Wakil Ketua Umum Hebitren. Setahun kemudian, pada 2022, ia menjadi Anggota Dewan Pembina Wizstren. Tahun 2023, ia dipercaya menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren se-Indonesia (MP3I) dan Ketua Dewan Majelis Tinggi Dewan Pertukangan Nasional Republik Indonesia (DPN RI).
Pada tahun 2024, Abdul Hamid diangkat sebagai Sekretaris Jenderal DPP Hebitren (2024–2029),[8] Ketua Majelis Alumni IPNU Jawa Timur (2024–2030), dan juga menjadi Anggota Forum Rektor Indonesia (FRI). Selain itu, ia juga menjabat sebagai Ketua Majelis Alumni IPNU Jawa Timur untuk periode 2024–2029.[9]
Karier
Abdul Hamid Wahid pernah menjabat sebagai Direktur SinHaY Computer di Malang pada tahun 1994–1996. Ia kemudian menjadi dosen tetap Fakultas Tarbiyah di IAI Nurul Jadid (sekarang UNUJA) sejak 1996 hingga sekarang. Di lingkungan pendidikan tinggi, ia pernah menduduki berbagai jabatan, seperti Pembantu Ketua II Akademi Komputer Indonesia Paiton (1997–1999), Pembantu Dekan III Fakultas Syariah IAI Nurul Jadid (1998–1999), dan Dekan Fakultas Tarbiyah IAI Nurul Jadid (1999–2004).
Ia juga pernah menjadi Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Teknologi Nurul Jadid (1999–2001) serta Pembantu Rektor IV IAI Nurul Jadid (2004–2008). Sejak 2017, ia menjabat sebagai Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid dan Rektor Universitas Nurul Jadid (2017–2025).
Gus Hamid memulai karier politiknya sebagai Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo periode 1999–2003 dan menjabat sebagai Ketua Fraksi PKB. Pada tahun 2003, ia diangkat menjadi Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo untuk sisa masa jabatan 2003–2004, menggantikan Hasan Aminuddin yang saat itu terpilih sebagai Bupati Probolinggo.
Ia kemudian terpilih sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa untuk dua periode, yaitu 2004–2009 dan 2009–2014. Pada masa tugasnya di DPR RI, ia sempat menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi X dan Wakil Ketua Fraksi PKB di MPR RI pada tahun 2004–2014.
Pada Pilbup Bondowoso 2024, Lora Hamid mencalonkan diri sebagai Bupati Bondowoso masa jabatan 2025–2030 berpasangan dengan seorang ulama, As'ad Yahya Syafi'i. Pasangan calon ini berhasil unggul dengan meraih 223.907 suara, atau 51,33% dari total suara sah.[10] Ia kemudian dilantik sebagai Bupati Bondowoso ke-29 untuk masa jabatan 2025–2030.[11]
Referensi
Catatan Kaki
- ↑ "KH Abdul Hamid Wahid Dianugerahi Gelar Datuk Guru oleh Lembaga Adat Melayu". timesindonesia.co.id. Diakses tanggal 2024-06-14.
- ↑ "Mengenal Abdul Hamid Wahid Bupati Bondowoso, Kiai dan Akademisi yang Punya Rekam Jejak Panjang di Dunia Politik". merdeka.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-06-06.
- ↑ Swasti. "Profil Abdul Hamid Wahid". merdeka.com. Diakses tanggal 2024-05-19.
- ↑ "Profil H. ABD. HAMID WAHID, M.Ag. Calon BUPATI KABUPATEN BONDOWOSO - Info Pilkada". Info Pemilu. Diakses tanggal 2025-06-06.
- ↑ "Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid Raih Gelar Doktor Cumlaude, Angkat Model Pembiayaan Pesantren Berbasis Komunitas". KilasJatim. 2026-02-18. Diakses tanggal 2026-02-20.
- ↑ "PROFIL KH. ABDUL HAMID WAHID, M.AG". PROFIL KH. ABDUL HAMID WAHID, M.AG (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-05-26.
- ↑ KBR. "KBR :: KENALI CALEG - H. ABDUL HAMID WAHID, M.Ag". kbr.id. Diakses tanggal 2024-05-26.
- ↑ Probolinggo, TIMES. "KH Hasib Wahab Hasbullah Ketua DPP Hebitren, KH Abdul Hamid Wahid Sekjend". TIMES Probolinggo. Diakses tanggal 2025-02-17.
- ↑ "Sah! Rektor UNUJA Terpilih Sebagai Ketua MA IPNU Jatim 2024-2030". Universitas Nurul Jadid. Diakses tanggal 2024-05-26.
- ↑ Rosi, Abror (7 Februari 2025). Sri Kurnia Mahiruni (ed.). "KPU Tetapkan Abdul Hamid Wahid dan As'Ad Yahya Syafi'i sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso Terpilih". jatimtimes.com. Diakses tanggal 8 Maret 2026.
- ↑ Bondowoso, TIMES. "Rekam Jejak Politik Ra Hamid, Bupati Bondowoso yang Dilantik Presiden Prabowo Hari Ini". TIMES Bondowoso. Diakses tanggal 2025-06-06.
Pranala luar
- (Indonesia) Profil Abdul Hamid Wahid di Merdeka.com
- (Indonesia) Profil Abdul Hamid Wahid di Detik.com Diarsipkan 2013-12-02 di Wayback Machine.
| Jabatan politik | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Salwa Arifin |
Bupati Bondowoso 2025—sekarang |
Diteruskan oleh: Petahana |
| Jabatan politik | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Hasan Aminuddin |
Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo 2002—2004 |
Diteruskan oleh: Timbul Prihanjoko |
| Kecamatan | ||
|---|---|---|



