Wali Kota Malang
Pada 12 Juni 2025, Wahyu Hidayat mendapatkan penghargaan bergengsi di ajang Indonesia Water & Wastewater Expo and Forum (IWWEF) 2025. Penghargaan ini diberikan karena komitmennya dalam pembiayaan maupun pengembangan BUMD Air Minum untuk pelayanan kepada masyarakat. Penghargaan ini menjadi prestisius karena baru kali pertama diterima Wali kota dalam 10 tahun penyelenggaraan IWWEF.[14]
Pada 25 Agustus 2025, Wahyu menerima penghargaan langsung dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Maruarar Sirait, sebagai Pemerintah Kota Terbaik Delineasi Perkotaan; Penganggaran di bidang Perumahan dalam APBD Kabupaten/Kota. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas upaya pemerintah daerah dalam mendukung Program Strategis Nasional, yakni pembangunan 3 juta rumah bagi rakyat Indonesia. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pengentasan kemiskinan melalui bedah rumah yang sudah tidak layak huni dan pembangunan PSU perumahan bersubsidi.[15]
Pada 11 September 2025, Wahyu Hidayat mendapatkan penghargaan di tingkat nasional karena berkomitmen di dunia pendidikan. Penghargaan Apresiasi Daerah Peduli Akses dan Infrastruktur Pendidikan ini diserahkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti di Jakarta. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas upaya nyata kepala daerah dalam mendukung akses pendidikan yang merata dan meningkatkan infrastruktur pendidikan di wilayahnya. Kota Malang yang dikenal sebagai Kota Pendidikan, menunjukkan komitmen kuat dalam menjamin setiap anak memperoleh pendidikan berkualitas, merata, dan inklusif.[16]
Pada 25 November 2025, Wahyu menjadi satu-satunya kepala daerah yang menerima tiga penghargaan sekaligus dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa pada High Level Meeting di Surabaya. Penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas capaian digitalisasi dan pengendalian inflasi di Kota Malang. Tiga penghargaan yang diraih masing-masing adalah TP2DD Kota dengan Realisasi Kartu Kredit Indonesia (KKI) Tertinggi 2025, kabupaten/kota dengan jumlah fase etalase pengendalian inflasi terbanyak, dan Kota dengan Indeks Masyarakat Digital Indonesia Tertinggi 2025.[17]
Pada bulan Desember 2025, Wahyu Hidayat kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Di bawah kepemimpinannya, Pemerintah Kota Malang dinobatkan sebagai Pemerintah Kota Klasifikasi Fiskal Sedang dengan kinerja terbaik kategori penyerapan tenaga kerja serta kategori penurunan ketimpangan kesejahteraan masyarakat atau gini ratio menurut Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.[18] Di bawah kepemimpinannya juga, Kota Malang berhasil meraih Penghargaan Indeks Reformasi Hukum Terbaik II untuk kategori Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dari Kementerian Hukum Republik Indonesia, dengan nilai 100 atau sempurna.[19]
Atas keberhasilannya dalam mencanangkan program 1.000 event di Kota Malang, Wahyu berhasil mendapatkan penghargaan pada kategori pengembangan pariwisata serta usaha mikro, kecil, dan menengah di ajang Pemimpin Daerah Award 2025 pada 28 Agustus 2025.[20] Pada 9 Februari 2026 bertepatan dengan Hari Pers Nasional, Wahyu menerima Trofi Abyakta Anugerah Kebudayaan dari Persatuan Wartawan Indonesia Pusat karena dinilai konsisten mendorong pemajuan kebudayaan di Kota Malang dengan menjadikan kebudayaan sebagai penggerak pembangunan melalui sinergi lintas sektor, dukungan fasilitas dan regulasi, serta pengembangan ekonomi kreatif, pariwisata, dan solidaritas sosial masyarakat.[21]
Di bidang lingkungan hidup, ia selaku Pembina Program Kampung Iklim mendapatkan penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia karena dinilai memiliki kebijakan yang dinilai pro dengan mitigasi dan adaptasi masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim.[22] Pada 25 Februari 2026, Kota Malang di bawah kepemimpinan Wahyu Hidayat menerima penghargaan tertinggi berupa Sertifikat Menuju Kota Bersih. Penghargaan tersebut diberikan kepada 35 kabupaten/kota se-Indonesia yang dinilai memiliki kinerja baik dalam pengelolaan sampah. Kota Malang berhasil menempati peringkat ketujuh terbaik secara nasional. Malang menjadi kota kedua di Jawa Timur yang memperoleh penghargaan ini. Penghargaan ini diterima langsung olehnya di Jakarta dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Sampah Tahun 2026.[23]
Di bawah kepemimpinan beliau, Kota Malang menjadi kota pertama di Jawa Timur yang meraih pengakuan internasional sebagai Kota Kreatif Dunia UNESCO di bidang Media Arts.[24]