Andi Harun (lahir 12 Desember 1972) adalah politikus Indonesia yang menjadi Wali Kota Samarinda periode 2021–2025 dan 2025–2030. Ia pernah menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur selama 5 periode dari 1999 hingga 2020.[1]
Andi Harun mengikuti kontestasi pemilihan kepala daerah Samarinda kali pertama pada 2010. Saat itu ia menjadi calon wali kota berpasangan dengan calon wakil wali kota Damanhuri. Pemenang Pilkada Samarinda 2010 adalah pasangan Syaharie Jaang dan Nusyirwan Ismail.[3]
Pada 2020 ia mengikuti Pemilihan umum Wali Kota Samarinda 2020 sebagai calon Wali Kota Samarinda berpasangan dengan Rusmadi Wongso. Pasangan ini memperoleh suara tertinggi yakni 102.592 suara atau 36,11 persen. Perolehan suara kedua disusul pasangan Zairin Zain-Sarwono sebanyak 98.245 atau 34,58 persen. Adapun pasangan Barkati-Darlis Pattalongi hanya meraih 83.243 suara atau 29,30 persen. Andi Harun dan Rusmadi menjabat Wali Kota dan Wakil Wali Kota Samarinda untuk periode 2021–2025.[4]
Andi Harun kembali terpilih sebagai Wali Kota Samarinda untuk periode kedua (2025–2030), tetapi dengan pasangan yang berbeda. Dalam Pilwali Kota Samarinda 2024, Andi Harun yang berpasangan dengan Saefuddin Zuhri memperoleh 306.392 suara atau 88,12% dari total suara sah. Raihan suaranya sebagai pasangan calon tunggal menungguli kotak kosong yang mendapatkan 41.301 suara. Daftar Pemilih Tetap di Samarinda sendiri mencapai 612.072 pemilih.[5][6]
Kiprah Andi Harun dalam partai politik tercatat pernah berada dalam empat partai politik yang berbeda, yaitu Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Patriot Pancasila, Partai Golkar, dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Awalnya ia menjadi Wakil Ketua DPW PAN Kalimantan Timur (1998–2001), lalu Ketua DPW PAN Kalimantan Timur (2001–2006). Lalu pindah ke partai baru dan menjadi Wakil Ketua DPW Partai Patriot Pancasila Kalimantan Timur (2006–2012). Ia pindah ke Golkar dan menjadi Wakil Bendahara Partai Golkar Kalimantan Timur (2013–2015) serta Ketua DPD Partai Golkar Kota Bontang (2014–2015). Kemudian, ia pindah ke Gerindra dan menjadi Ketua DPD Partai Gerinda Kalimantan Timur (2018–2023).[7]
Kontroversi
Pada 15 Juli 2024 Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberhentikan jabatan Andi Harun sebagai Ketua DPD Gerindra Kalimantan Timur. Penggantinya adalah Gerardus Budisatrio Djiwandono. Alasan resmi yang disampaikan ke publik adalah untuk penyegaran organisasi.[8] Namun, karena pergantian dilakukan 3 bulan menjelang Pilkada 2024, pengamat menengarai kemungkinan konflik internal partai di level Kaltim.[9]
Karier Pengusaha
Selain politikus, Andi Harun memiliki latar belakang seorang pengusaha. Ia tercatat pernah dan masih menduduki posisi elite di beberapa perusahaan. Ia menjadi Direktur Utama di PT Pelangi Nautika (1990–2020), Komisaris Utama PT Indoenergi Kaltima (2005–sekarang), dan Komisaris Utama PT REI Energy Investama (2007–sekarang).[7]
Kiprah organisasi
Andi Harun berpengalaman dalam sejumlah organisasi kepemudaan. Aktivitasnya dimulai pada 1995 dengan menjadi Ketua Bidang Kader PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Empat tahun kemudian ia menjadi Wakil Ketua PP Pemuda Muhammadiyah (1999). Pada tahun yang sama ia menjadi Sekretaris Majelis Pemuda Indonesia Kaltim (1999–2003) dan Wakil Ketua PPICH (Perh. Pers. Indonesia-China) Kaltim (1999–2003). Pengalaman lainnya adalah sebagai Anggota MPO MPW Pemuda Pancasila Kaltim (2006–Sekarang), Wakil Ketua DPD I KNPI Provinsi Kalimantan Timur (2009–2014), Ketua Bidang Politik MPM Pemuda Pancasila Kaltim (2012-Sekarang).
Dalam organisasi profesional, Andi Harun menjadi Dewan Penasehat KADIN Kaltim (2005–2010) dan Sekretaris Dewan Pertimbangan DPD Gapeksindo Kaltim (2013–2017).
Andi Harun juga berkiprah dalam organisasi pembinaan olahraga. Ia menjadi Ketua Umum Pengprov Taekwondo Indonesia Kaltim (2007–2017), Penasehat KONIDA Kalimantan Timur (2005–Sekarang), Wakil Ketua I KONI Provinsi Kalimantan Timur (2013–Sekarang), dan Ketua Umum PERCASI Kaltim (2017–Sekarang).[7]