Alfin memiliki pengalaman profesional yang luas, termasuk sebagai General Manager di PT LD Karya Husada, Senior Branch Manager di PT CIMB Niaga AF, Tbk untuk wilayah Kalimantan, Branch Manager di PT FIAL, Tbk, dan Senior Credit Marketing Head di PT ADMF.
Kiprah politik
Alfin, seorang tokoh yang sukses di perantauan, Kalimantan, kembali ke tanah kelahirannya untuk mendaftar sebagai calon wali kota dalam kontestasi Pilkada Kota Sungai Penuh 2024.[2] Pada 29 Agustus 2024, Alfin resmi dideklarasikan maju sebagai calon Wali Kota Sungai Penuh bersama Azhar Hamzah yang merupakan Anggota DPRD Kota Sungai Penuh 2014–2019 dan 2019–2024 dari Partai Gerindra.[3]
Berdasarkan hasil rekapitulasi KPU, pasangan Alfin dan Azhar Hamzah berhasil mengalahkan 4 pasangan calon lainnya dengan memperoleh suara sebanyak 21.462 suara atau 38,07% dan ditetapkan sebagai calon terpilih oleh KPU Kota Sungai Penuh pada 5 Februari 2025.[4] Alfin dan Azhar Hamzah resmi dilantik secara serentak bersama 961 kepala daerah dari 481 daerah yang terpilih, pada pilkada serentak 2024 oleh Prabowo Subianto, dalam prosesi kenegaraan di istana kepresidenan, pada 20 Februari 2025.[1]
Sejarah baru tercatat di Kota Sungai Penuh, kemenangan Alfin-Azhar Hamzah menjadi momen penting dalam perjalanan demokrasi Kota Sungai Penuh. Alfin, yang berasal dari kalangan swasta, menjadi pemimpin pertama Kota Sungai Penuh dengan latar belakang non-PNS, selama ini didominasi oleh tokoh berlatar belakang PNS. Sejak berdiri pada tahun 2008, Kota Sungai Penuh telah dipimpin oleh lima wali kota, yang semuanya berasal dari latar belakang PNS.[5]