Karier
Saat masih kuliah, Gus Yani pernah merantau ke Batu Licin, Kalimantan Selatan untuk mengelola batu bara. Kemudian, ia diberi amanah untuk menjadi Direktur Utama PT Yani Putra. Selama menjabat, ia mampu menambah jumlah unit truk, yang semula 80 unit menjadi 400 unit. Tidak hanya itu, perusahaan tersebut juga merambah ke bidang batu bara dan semen curah.[3]
Selain menjadi direktur perusahaan, Gus Yani juga aktif terlibat dalam beberapa organisasi. Pada tahun 2015, ia pernah menjadi Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Gresik. Lalu pada tahun 2017, ia pernah menjadi Bendahara Umum PC Robithoh Ma’had Islamiyah (RMI) NU Kabupaten Gresik. Kemudian pada tahun 2019, ia diberi amanah untuk menjadi Ketua Umum Gresik United dan Bendahara Umum PW GP Anshor Jawa Timur.[3]
Di bidang politik, Gus Yani mengawali kariernya melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia pernah menjadi Ketua DPRD Kabupaten Gresik periode 2019-2024. Setelah setahun menjabat, ia memilih maju dalam pemilihan bupati Kabupaten Gresik 2020 dengan menggandeng Aminatun Habibah sebagai wakilnya. Dalam pemilihan tersebut, ia berhasil menang dengan memperoleh jumlah suara sebanyak 51 persen atau setara dengan 369.585. Pasangan Yani-Aminatun berhasil unggul di 9 kecamatan yaitu di Kecamatan Panceng, Duduksampeyan, Kedamean, Sidayu, Manyar, dan lain-lain. Pasangan nomor urut 2 ini diusung oleh 6 partai, yaitu Partai Golkar, PDIP, Nasdem, Demokrat, PPP, dan PAN.[3]
Setelah menjabat di periode 2021-2025, Gus Yani kembali mencalonkan diri sebagai bupati Kabupaten Gresik bersama Asluchul Alif. Pasangan tersebut berhasil menjadi pemenang dengan melawan kotak kosong. Pasangan Yani-Alif memperoleh 366.944 suara, atau 59,72% dari total suara sah. Sedangkan pemilih kotak kosong mencapai 247.479 suara, dan 35.749 suara tidak sah.[5]
Pasangan Yani-Alif unggul di 12 kecamatan, dari 18 kecamatan di Kabupaten Gresik, yaitu Kecamatan Driyorejo, Wringinanom, Menganti, Kedamean, Balongpanggang, Cerme, Duduksampeyan, Tambak, Sangkapura, Dukun, Panceng dan Benjeng.[5]