Pada Pilbup Purwakarta 2024, ia mencalonkan diri sebagai Bupati Purwakarta masa jabatan 2025–2030 dengan menggandeng Abang Ijo Hapidin. Pasangan calon ini berhasil unggul dengan meraih 251.998 suara atau 48,48% dari total suara sah.[3] Perolehan suara tersebut membuatnya terpilih menjadi Bupati Purwakarta 2025–2030.[4] Dalam pencalonannya di Pilkada Purwakarta 2024, ia mengusung visi Purwakarta Istimewa yang serupa dengan jargon yang dimunculkan di era Dedi Mulyadi.[5]
Kehidupan awal
Lahir di Subang pada 14 Agustus 1972 dan dibesarkan di lingkungan keluarga yang religius. Ia tumbuh di pondok pesantren.[6] Berhasil meraih gelar sarjana dalam bidang Agama Islam (S.Ag.) dari STAI Miftahul Huda.
Pendidikan
Mengawali pendidikannya di SDN Simpar 2, tempat ia menimba ilmu dasar dari tahun 1980 hingga 1986. Setelah lulus, ia melanjutkan jenjang pendidikan menengahnya di MTs Matlaul Anwar pada tahun 1986 dan menyelesaikannya pada tahun 1989.
Kemudian Madrasah Aliyah di MAN Subang dari 1989 hingga 1992. Kemudian melanjutkan ke Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Huda dan menyelesaikannya tahun 1997.[7]
Organisasi
Ia aktivis yang telah lama berkecimpung dalam dunia organisasi di Purwakarta, Jawa Barat. Bersama Dedi Mulyadi, ia aktif di HMI.[8] Ia dikenal sebagai Sekretaris Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Purwakarta pada periode 1994-1995, ia berperan aktif dalam pengembangan kader dan penguatan peran mahasiswa dalam dinamika sosial-politik lokal di Masa Orde Baru menjelang Reformasi 1998.[butuh rujukan]
Pada periode 2004-2007, ia menjabat sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Purwakarta.[butuh rujukan]