Hidangan Aceh merupakan masakan masyarakat di Provinsi Aceh yang ada di Sumatra, Indonesia. Hidangan dari Aceh adalah salah satu masakan yang populer dan dikenal luas di Indonesia. Secara umum, hidangan Aceh dipengaruhi oleh Pedagang Arab, Persia, dan India[1] meskipun rasa telah banyak berubah bentuk aslinya. Kombinasi rempah-rempah dalam masakan Aceh seperti yang biasa ditemukan dalam masakan India dan Arab, seperti jahe, lada, ketumbar, jintan, cengkeh, kayu manis, kapulaga, dan adas.[2] Beragam masakan Aceh dimasak dengan kari dan atau santan yang umumnya dipadukan dengan daging seperti kerbau, sapi, kambing, ikan, atau ayam.
Berikut adalah daftar makanan dan kudapan yang populer dan disusun berdasarkan etnis yang mendiami Provinsi Aceh.
Suku Alas
Berikut adalah daftar hidangan yang berasal dan populer di Suku Alas:[3]
Bakut pinget, lauk pauk berbahan ikan lele dan pakis paku yang dimasak dengan bumbu bawang merah, bawang putih, cabai, kunyit, jahe, serai, lengkuas, kemiri, santan, belimbing wuluh, bunga kecombrang dan daun jeruk.
Pacik kule, masakan berbahan ikan situ yang dikukus dan ditambahkan bumbu cabai, bawang putih, kunyit, serai, lengkuas, santan, kemiri dan garam, kemudian dibungkus dengan daun labu dan daun kunyit.
Manuk labakh, masakan dari resep kerajaan yang berbahan ayam kampung, menggunakan tiga macam kelapa (santan, kelapa sangrai dan kelapa muda). Ayam dikukus, dicampur dengan kelapa parut, kelapa sangrai, lada hitam, lada putih, jintan, serai, lengkuas, bawang merah, bawang putih garam dan santan.
Cimpe, kudapan yang populer di Aceh bagian tenggara dan tengah, Tanah Karo dan Tapanuli Selatan, berupa kue yang terbuat dari tepung beras, tepung ketan, kelapa parut, gula kelapa dan garam yang dibungkus daun pandan dan dikukus.
Godekh atau bubur sagu adalah bubur yang terbuat dari tepung sagu dan dicampur larutan gula kelapa dan gula pasir. Dihidangkan bersama kuah santan.
Keritip, kudapan yang terbuat dari beras ketan kukus dan sangrai yang dimasak bersama santan, gula kelapa dan kelapa sangrai yang dibungkus daun pisang dan dikukus.
Lepat bekhas, kudapan serupa wajik yang terbuat dari beras ketan putih, santan, gula dan garam serta daging durian ketika adonan dicetak.
Suku Aneuk jamee
Berikut adalah daftar hidangan yang berasal dan populer di Suku Aneuk Jamee:[3]
Lemang, hidangan yang terbuat dari beras ketan dan santan, dimasukkan ke bambu yang beralaskan daun pisang kemudian dibakar hingga matang.
Suku Gayo
Kegiatan makan utama Suku Gayo dilakukan tiga kali sehari, yaitu makan soboh, makan ruhul dan makan iyo. Masyarakat Gayo mengelompokkan masakannya ke dalam berbagai jenis, mulai dari cecah, dedah, masam jing, pengat, rebus dan tumis, penganan, tunu, dan minuman.[4]
Berikut adalah daftar hidangan yang berasal dan populer di Suku Gayo:[3]
Masam jing dan beserta jenis masam jing lainnya seperti masam jing bado, masam jing bandang, masam jing bawal, masam jing depik, masam jing gantang, masam jing gule masin, masam jing jahir, masam jing jantar, masam jing jepang, masam jing karing, masam jing keloang, masam jing iken mas, masam jing pengat, masam jing peres, masam jing petukel, masam jing terong.[4]
Kopi Gayo
Peungat, makanan berbahan dasar ikan depik dan rebung dan dimasak bersama bumbu bawang merah, bawang putih, jeruk nipis, kunyit, terasi dan garam.
Cecah agar, cecah berbahan terung belanda yang dikupas dan diracik bersama cabai, garam, terasi dan bawang merah.
Cecah terung padul, cecah yang terbuat dari tomat kecil yang digiling kasar bersama bumbu cecah lainnya.
Cecah ungke, cecah yang terbuat dari buah rimbang dan dicampur bersama kacang tanah goreng, cabai merah, bawang merah, bawang putih dan garam yang dihaluskan dan ditambahkan perasan jeruk nipis.
Cecah depik, masakan yang terbuat dari ikan depik yang disembam dalam abu panas hingga matang dan dicampur bersama bawang merah, cabai, daun gegarang dan garam yang dihaluskan.
Cecah gelime, cecah berbahan jambu biji yang dikupas dan dibakar terlebih dahulu sampai lembek dan dicampur bumbu cecah pada umumnya.
Tuis masam, rebung cincang dan difermentasi bersama garam selama 2 hari.
Pis, pepes ikan depik yang dibungkus daun kunyit, ditambahkan asam sunti dan dikukus terlebih dahulu sebelum dipanggang
Tenaroh dedah, lauk pauk berbahan telur yang dimasak di atas daun pisang dan ditambahkan bawang merah, cabai, daun jeruk dan garam.
Gutel, hidangan mirip cimpe yang terbuat dari tepung beras yang disangrai, dicampur dengan santan kental, gula, kelapa parut dan garam kemudian dikepal-kepal, dibungkus daun pisang dan dikukus. Versi lainnya adalah gutel 'sara upuh kerung roa' atau dua kepal gutel yang diikat daun pandan sebelum dikukus.
Peteri gani, kue yang terbuat dari tepung ketan, garam dan air yang dibentuk bulat dan ditekan hingga ke dalam, direbus dan dihidangkan dingin bersama larutan gula.
Rujak Gayo, rujak yang berbahan ubi jalar, terung panjang yang belum matang, jantung pisang dengan bumbu berupa cabai, terasi, garam dan gula kelapa.
Rujak nas, rujak berbahan nanas dengan bumbu gula aren dan asam sunti
Hidangan khas Suku Kluet terdiri dari berbagai macam gulai atau disebut guli yang berbeda bahan dasarnya. Berikut adalah daftar hidangan yang berasal dan populer di Suku Kluet:[3]
Guli jeruk tubis, berbahan rebung, udang, nangka muda, belimbing sayur, kacang panjang dan jantung pisang dengan bumbu cabai, daun temurui, poyak, asam sunti, kayu manis, serai, santan, bawang merah, bawang putih, ketumbar, lada dan adas.
Guli ikan kerapu, berbahan ikan kerapu dengan bumbu tanpa asam sunti, lada, poyak, kayu manis, daun kari dan adas.
Guli kemahang, berbahan kemahang dengan bumbu cabe kecil, terasi, bawang bombai dan asam keping.
Guli nangko, berbahan nangka muda dengan bumbu tambahan berupa daun kunyit, asam jawa, cabai, daun jeruk, jahe, kunyit, bawang merah, bawang putih, garam dan santan.
Guli terung, berbahan terung ungu dan kacang panjang.
Sambe acom sunti, hidangan berupa asam sunti yang yang digiling bersama cabai dan bawang merah, kemudian ditumis atau digoreng. Terkadang ditambahkan ikan teri atau suwiran ikan lainnya.
Suku Singkil
Berikut adalah daftar hidangan yang berasal dan populer di Suku Singkil:[3]
Roti jalo kambing, kue yang terbuat dari tepung terigu dan dibentuk menyerupai jala yang dimakan bersama kuah kari dan gulai lokan
Gulai lokan, gulai yang berbahan lokan dan pisang kepok muda yang dicampur dengan bumbu cabai merah, ketumbar, merica, jintan, pala, serai dan lengkuas yang dihaluskan.