Kultural dan sosial
Selain dikenal sebagai hidangan tradisional, roti baras juga memiliki peran dalam kehidupan sosial masyarakat Banjar. Roti baras sering kali menjadi salah satu sajian utama dalam acara adat dan perayaan keluarga di wilayah Barabai serta daerah sekitarnya, seperti upacara pengangkatan gelar, syukuran panen, hingga kenduri hari raya. Dalam proses pembuatannya, tepung beras dicampur dengan gula pasir atau gula merah sesuai varian, kemudian adonan dipanggang di atas bara api atau alat pemanggang datar hingga seluruh permukaannya mengering dan memperoleh tekstur renyah.
Meskipun sederhana, pembuatan roti baras masih bersifat rumah tangga atau skala kecil, sehingga distribusinya terbatas. Karena itu, keberadaan roti baras kini dianggap sebagai bagian dari warisan kuliner tradisional yang perlu dilestarikan.[4]