Di beberapa tempat perkedel jagung disebut bakwan jagung. Untuk mendapatkan perkedel jagung yang nikmat, sebaiknya pilih jagung yang bijinya padat, kenyal, dan tidak keriput. Jagung yang terlalu muda dan terlalu tua sebaiknya tidak digunakan karena rasanya tidak akan seenak jagung sedang.
Untuk menambah rasa, beberapa orang biasanya menambahkan daun bawang dan penyedap rasa.
Perkedel jagung di Manado dikenal sebagai perkedel milu, dan dimakan bersama sambal yang disebut dabu-dabu.[4] Perkedel Milu dalam proses pembuatannya juga terbilang mudah dan sederhana hanya dengan digoreng dan bisa digunakan sebagai lauk makan siang dengan proses pembuatan Perkedel Milu bisa pada 1-2 jam sebelum makan siang.[5]
Dalam sejarahnya, perkedel milu ini adalah warisan kuliner yang dipengaruhi oleh kuliner Spanyol dan Portugis pada saat Portugis dan Spanyol berlayar dan berdagang di Indonesia dan juga beraktivitas di Indonesia, pada saat orang Portugis sering beraktivitas di Indonesia mereka membawa budaya seperti biji jagung yang merupakan tanaman asli dari Amerika dan kemudian itu diperkenalkan oleh orang Portugis karena tanah di Indonesia juga memang sangat cocok untuk menanam jagung sehingga ini dijadikan salah satu hidangan seperti Perkedel Milu yang mudah juga dalam proses pembuatannya.[6]
Padang Panjang, Sumatera Barat
Paragede jaguang khas Padang Panjang, bentuknya bukan menyerupai bakwan jagung
Di provinsi Sumatera Barat khususnya di Kota Padang Panjang, makanan ini dikenal dengan nama paragede jaguang. Makanan ini juga termasuk salah satu makanan khas Kota Padang Panjang.[7]Paragede jaguang di Padang Panjang dikenal oleh kebanyakan orang yang melakukan perjalanan di jalur lintas Sumatra menggunakan bus umum, sebab selalu dijajakan saat bus berhenti di Kota Padang Panjang.[7][8]
Catatan
↑Tidak semua perkedel jagung bisa disebut sebagai bakwan jagung. Mengacu pada perkedel jagung khas Kota Padang Panjang (Sumatera Barat) yang disebut sebagai paragede jaguang,[2] bentuk aslinya tidak menyerupai bakwan.