Varian
Di Sumatera Barat, penganan serupa rengginang dikenal sebagai batiah, yang terutama menjadi ciri khas Payakumbuh.[5]
Rengginang juga ada yang menggunakan beras ketan hitam. Rengginang harus menggunakan beras ketan bukan beras biasa, jika menggunakan nasi sisa yang dikeringkan, maka biasa disebut rangining.
Di Jawa Tengah, dikenal intip goreng, yakni kerak nasi (Jw.: intip) sisa menanak yang melekat pada dandang lalu dikeringkan dan digoreng. Perbedaan antara intip goreng dan rengginang hanyalah pada ukurannya. Intip berukuran lebih besar daripada rangginang karena dicetak dari dasar dandang atau periuk penanak nasi.[6]
Di beberapa wilayah di Jawa Barat, dikenal pula penganan mirip rengginang, tetapi dengan bahan dasar singkong atau gaplek, yang disebut renggining.
Di Jawa Timur, selain rengginang terasi, varian yang cukup dikenal adalah rengginang lorjuk, di mana terdapat lorjuk di tengah rengginang. Lorjuk adalah jenis kerang yang bentuknya memanjang sekitar dua hingga tiga inch dan menyerupai pisau sehingga varian ini di beberapa negara lain disebut dengan "jackknife". Tidak semua pantai memiliki lorjuk, akan tetapi di Pamekasan, Madura, jenis kerang ini mudah ditemui dikarenakan jenis pantainya yang datar dan landai
Bumbu
Rengginang pada umumnya dibuat dengan ditambahkan bumbu penyedap atau pemanis yang asin, biasanya diberi bumbu terasi ada juga yang menggunakan kencur, sedangkan yang manis dibumbui dengan gula kawung atau gula merah,
Rengginang dapat digoreng tanpa diberi bumbu maupun rasa, asin atau manis. Ada jenis rengginang yang diberi rasa dengan udang, terasi, atau kerang lorjuk (kerang bambu).