Di Sri Lanka, makanan tersebut disebut kaha buth dan memiliki pengaruh Indonesia dan Sri Lanka.[7][8]
Di Indonesia, hidangan tersebut disebut sebagai nasi kuning.[9] Di Filipina, hidangan tersebut disebut sebagai kuning.[10][11][12]
Nasi kuning tidak hanya sekadar makanan, ia juga mengandung makna simbolis. Dalam budaya Indonesia, nasi kuning melambangkan kebahagiaan, kesejahteraan, dan harapan akan masa depan yang lebih baik. Oleh karena itu, hidangan ini sering dihadirkan dalam berbagai acara penting, seperti syukuran kelahiran atau pernikahan.[13]
↑Abdulwahab, Nabeelah T. "The Beauty, Warmth, and Hospitality of Pagana". Intangible Cultural Heirtage Courier of Asia and the Pacific. International Information and Networking Centre for Intangible Cultural Heritage in the Asia-Pacific Region (ICHCAP). Diarsipkan dari asli tanggal 2019-03-06. Diakses tanggal 5 March 2019.