Ratu Tatu Chasanah (lahir 23 Juli 1967) adalah politikus yang pernah menjabat Bupati Serang 2 periode yakni 2016–2021 dan 2021–2025. Bersama wakilnya, Pandji Tirtayasa, mereka berhasil memenangkan pemilihan umum Bupati Serang 2020. Sebelumnya ia menjabat Wakil Bupati Serang periode 2010–2015. Ia adalah wakil dari Bupati Serang, Taufik Nuriman.[1] Tatu merupakan adik kandung dari mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah yang juga seorang mantan terpidana korupsi.
Pada 27 Desember 2013, Ratu Tatu memenangkan voting pemilihan Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Banten dalam Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Partai Golkar di Jakarta, ia menggantikan kakak iparnya Hikmat Tomet yang meninggal dunia.[2]
Riwayat pendidikan
Ia mengawali pendidikan di SDN Ciateul III Bandung pada tahun 1975 hingga 1981, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 5 Bandung (1981–1984) dan SMA Negeri 5 Bandung (1984–1987). Setelah lulus, ia menempuh studi di Fakultas Ekonomi Universitas Parahyangan (UNPAR) Bandung dan meraih gelar sarjana ekonomi pada tahun 1995. Pendidikan pascasarjana ia lanjutkan di Fakultas Ekonomi Universitas Pancasila Jakarta dengan konsentrasi Magister Akuntansi.[3]
Riwayat jabatan
Sebelum menjabat sebagai kepala daerah, ia mengawali karier politiknya sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten pada periode 2009–2010. Setelah itu, ia dipercaya menjadi Wakil Bupati Serang untuk masa jabatan 2010–2015. Pada tahun 17 Februari 2016, ia dilantik sebagai Bupati Serang dan menjabat hingga tahun 27 Mei 2025.[4]
Riwayat organisasi
Selain berkarier di pemerintahan, ia aktif dalam berbagai organisasi sosial dan kemasyarakatan di Provinsi Banten. Ia pernah menjabat sebagai Ketua PMIProvinsi Banten selama dua periode (2007–2011 dan 2012–2017), serta menjadi Ketua Perwosi Provinsi Banten pada periode 2007–2011. Ia juga aktif sebagai Ketua IPSM Provinsi Banten (2008–2013), Ketua Badan Narkotika Kabupaten Serang (2010–2015), dan Ketua Dekopinwil Provinsi Banten (2010–2015). Sejak tahun 2013, ia menjabat sebagai Ketua DPD Partai GolkarProvinsi Banten.[5] Selain itu, ia juga menjadi Dewan Penasehat Karang Taruna Provinsi Banten pada periode 2008–2017 dan Ketua Umum IPSM Pusat periode 2013–2018.[3]