Riwayat Pendidikan
Sekolah dasar (SD) Imron diselesaikan di SD Batembat Cirebon. Imron melanjutkan pendidikannya di Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Di Pondok Pesantren tersebut, Imron menjadi santri selama kurang lebih 9 tahun, mulai dari tahun 1974 hingga 1983 dari tingkat MTs (setara SMP) dan MA (setara SMA). Seperti di Pondok Pesantren pada umumnya, di Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Imron banyak belajar tentang ilmu-ilmu agama.
Selepas menyelesaikan pendidikannya di Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, Imron pun kemudian melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi Islam, yakni ke Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bandung atau sekarang bernama UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Imron mengambil jurusan Perdata Agama Islam.[3]
Imron menyelesaikan studi S-2 Magister Manajemen di STIE Jakarta pada tahun 1988 dan S-2 Magister Agama.
Riwayat Pekerjaan
Seusai menyelesaikan pendidikan di IAIN Bandung, Imron kemudian memulai kariernya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung. Di awal kariernya, Imron menjabat sebagai Staff. Seiring waktu, karier Imron di Kantor Kementerian Agama pun semakin meningkat. Imron pernah menjadi Wakil PPN KUA Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, lalu menjadi penghulu di Kabupaten Bandung Barat tahun 2010–2016. Lalu Imron pernah beberapa kali menjabat sebagai Kepala Kementerian Agama di sejumlah daerah seperti Kepala Departemen Agama (Kementerian Agama) Kabupaten Bandung. Kemudian, ketika pemekaran Kabupaten Bandung Barat, Imron ditunjuk menjadi kepala Departemen Agama Bandung Barat. Lalu kembali lagi menjadi Kepala Departemen Agama di Kabupaten Bandung.[3]
Pada tahun 2016, Imron pun berpindah tugas ke Kabupaten Cirebon menjabat sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon dan menjabat hingga 2019 saat maju menjadi Wakil Bupati mendampingi Sunjaya Purwadi Sastra.