Secara garis besar, suku Papasena terbagi menjadi 6 sub-suku dan beberapa marga di dalamnya.[2][3]
Sub-suku Batero, berasal dari Gunung Foja, di antara kepala air Kali Siri dan Kali Sanye. Terdiri atas marga, Kawena dan Dikibak.
Sub-suku Kawita, berasal dari kepala air Kali Beri di Gunung Aridijari. Terdiri atas dua marga, yaitu Khu dan Kaitaku.
Sub-suku Wardargo, berasal dari kepala air Kali Kware. Terdiri atas satu marga, yaitu Dude I.
Sub-suku Kwaketai, berasal dari kepala air Kali Orijo. Terdiri atas satu marga, yaitu Dude II.
Sub-suku Pokhourta, berasal dari wilayah kampung Papasena I dan II. Terdiri atas marga Ewey.
Sub-suku Werebo, berasal dari kepala air Kali Suake. Terdiri atas marga Daurije.
Bahasa
Berdasarkan pengakuan penduduk Papasena, setiap sub-suku memiliki bahasa sendiri. Akan tetapi Kawita, Werebo, dan Kwaketai telah mengadopsi satu bahasa yaitu Kawita. Bahasa tersebut juga akhirnya digunakan sehari-hari oleh kelompok sub-suku lainnya.[2] Tidak jelas apakah bahasa-bahasa yang dimaksud adalah dialek atau bahasa lain dari bahasa yang telah diidentifikasikan sebagai Bahasa Papasena.
Referensi
↑Silzer, Peter J.; Clouse, Helja Heikkinen (1991). Index of Irian Jaya Languages 2nd edition. Jayapura: SIL & Uncen. hlm.71.
12Bossiere, Manuel; Liswanto, Nining; Padmanaba, Michael; Sheil, Douglas (2007). People priorities and perceptions: Towards conservation partnership in Mamberamo. Jakarta: Center for International Forestry Research.
↑Padmanaba, Michael; Boissière, Manuel; Ermayanti, Ermayanti; Achdiawan, Ramadhani (2012). Pandangan tentang perencanaan kolaboratif tata ruang wilayah di Kabupaten Mamberamo Raya, Papua, Indonesia (dalam bahasa indonesia). Bogor: CIFOR.; Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)