Suku Dampelas terutama mendiami Kecamatan Dampelas Sojol, Kabupaten Donggala, dan kabupaten Tolitoli di provinsi Sulawesi Tengah. Suku ini terkenal karena memiliki tradisi adat yang unik serta benda-benda pusaka sakti dan berkhasiat untuk menghadapi musuh. Orang yang memakai benda-benda pusaka itu akan menjadi dan tidak mempan terhadap guna-guna (santet), dan ilmu hitam lainnya.
Kepercayaan
Sebagian besar suku Dampelas beragama Islam namun mereka juga mempertahankan kepercayaan animisme. Suku Dampelas mengenal berbagai nama makhluk untuk kekuatan gaib dan juga sebagai tempat perlindungan dan tempat memohon berkat dengan menggunakan cara-cara tertentu. Suku Dampelas juga dikenal sebagai suku yang masih menggunakan benda-benda sakti yang berkhasiat sebagai penangkal serangan musuh. Orang yang menggunakan alat itu seakan-akan menjadi kebal, tidak diganggu oleh hantu, anti terhadap guna-guna yang lain dan sebagainya.[2]
Bahasa
Suku Dampelas menggunakan bahasa mereka sendiri yaitu bahasa Dampelas. Kata Dampelas berasal dari kata dampe yang berarti biji atau keturunan, dan las yang berasal dari potongan kata Ihlas, nama raja pertama yang memerintah daerah tersebut. Sehingga, kata Dampelas berarti keturunan raja Ihlas.[3] Secara kosakata, bahasa Dampelas juga memiliki kemiripan dengan bahasa di daerah Filipina selatan. Misal, kata bogas untuk beras, dan totolu untuk kata tiga.[3] Pemakai bahasa Dampelas meliputi dua puluh desa yang terdapat di Kecamatan Dampelas Sojol, dimana penutur paling banyak berada di Desa Talaga dan Desa Sioyong.[4]
Tradisi
Suku Dampeles mempunyai suatu tradisi yaitu upacara kematian yang merupakan perpaduan antara adat dan agama, antara lain:
mogupas, yaitu upacara adat sebagai penghormatan terakhir bagi orang yang meninggal;
moguto bwuiyano, upacara mengusir wabah atau penyakit kronis;
mobuso, gabungan dua upacara adat, yaitu monilam yang berarti khitanan dan malead yang berarti meratakan gigi bagi remaja putri;
12Hente, Asri, dkk (1989). Struktur Bahasa Dampelas. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
โKarsana,, Deni, dkk (2019). Rivai,, Dra. Ovi Soviaty (ed.). Vitalitas Bahasa Dampelas di Sulawesi Utara. Makassar: Garis Khatulistiwa. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)