Pada saat ini, Kepulauan Mapia tidak lagi dihuni oleh orang asli Mapia melainkan dihuni oleh orang Biak yang berasal dari Pulau Biak dan sekitarnya. Sebelum adanya kontak dengan orang-orang Nusantara lainnya dan para pedagang Eropa, diyakini orang-orang Papua dari Pulau Biak dan sekitarnya telah melakukan kontak perdagangan dan perburuan ke Kepulauan Mapia. Orang Biak yang sudah sampai di pulau ini akan menandai dirinya dengan tatoManmarmar (Mankabes) yaitu sebuah burung camar, maka dari itu pulau ini juga disebut dengan nama Myos Maninei (Pulau Burung Camar).
Pada abad ke-19, pemerintah Belanda mulai menguasai pulau ini dan mengangkat penduduk asli dengan gelar Sangaji Meraudi (Marawidi) dibawah Kesultanan Tidore.[1]