Suku Ambelau (kadang ditulis sebagai Suku Ambelau-Buru) adalah kelompok etnis atau suku bangsa yang mayoritas mendiami Pulau Ambelau dan sebagian pesisir tenggara Pulau Buru, Provinsi Maluku, Indonesia.[1] Suku ini memiliki keterkaitan historis dan geografis yang erat dengan suku Buru, namun secara linguistik dan beberapa aspek adat istiadat. Mereka hidup dari hasil kegiatan meramu sagu, berburu, dan menangkap ikan.[2]
Pada abad ke-16 hingga ke-17, mereka aktif dalam produksi dan perdagangan rempah-rempah. Pada paruh pertama abad ke-17, struktur ekonomi masyarakat mereka dihancurkan oleh penjajah Belanda; sebagian besar orang Ambelau dimusnahkan atau dideportasi (dipindahkan paksa).[3]
Asal-usul dan Demografi
Masyarakat suku Ambelau merupakan penduduk asli Pulau Ambelau, sebuah pulau vulkanik kecil yang terletak di sebelah tenggara Pulau Buru. Dalam perkembangannya, migrasi lokal membuat sebagian warga Ambelau juga menetap di wilayah pesisir Pulau Buru, terutama di Kecamatan Kepulauan Ambelau dan wilayah Waeapo di Kabupaten Buru Selatan. Saat ini jumlah penduduk yang bermukim di Kecamatan Ambelau yakni 9.170 pada tahun 2022, dengan laju pertumbuhan penduduk 0.99%.[4]
Bahasa, Budaya dan Agama
Bahasa Ambelau (atau bahasa Ambelau) adalah identitas utama suku ini, namun saat ini bahasa Ambelau juga tergolong bahasa lokal yang terancam punah.[1][5] Meskipun letaknya berdekatan dengan Pulau Buru, bahasa Ambelau memiliki perbedaan leksikal dan fonologis yang signifikan dengan bahasa Buru, sehingga diklasifikasikan sebagai bahasa mandiri dalam sub-kelompok Maluku Tengah. Suku Ambelau mayoritasnya (94%) memeluk agama Islam.[1][6]
Mata Pencaharian
Kondisi geografis Pulau Ambelau yang berbukit-bukit dan dikelilingi perairan dalam membentuk mata pencaharian utama suku ini, yakni sebagai nelayan dan petani.[4]
Referensi
123Project, Joshua. "Ambelau in Indonesia". joshuaproject.net (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-05-23.
↑Hidayah, Zulyani (April 2015). Ensiklopedi Suku Bangsa di Indonesia. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia. hlm.20. ISBN978-979-461-929-2. Pemeliharaan CS1: Tahun (link)