Suku Ponosakan adalah suku asli yang mendiami sebagian wilayah Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara.[1] Jumlah populasi suku Ponosakan diperkirakan lebih dari 5000 jiwa.[2] Namun, bahasa asli suku Ponosakan, yakni bahasa Ponosakan, tergolong dalam bahasa terancam punah karena dituturkan kurang dari 10 orang.[3]
Sejarah
Suku Ponosakan merupakan salah satu suku tua di wilayah pesisir tenggara Minahasa yang telah lama mendiami kawasan sekitar Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara. Catatan penjelajah Belanda pada tahun 1682 menyebutkan bahwa masyarakat Ponosakan dikenal sebagai kelompok yang kuat dan disegani di kawasan pelabuhan kecil di tepi Laut Maluku. Dalam kehidupan sehari-hari, mereka menggunakan bahasa Ponosakan yang termasuk dalam rumpun bahasa Mongondow-Gorontalo.[4]
Agama
Sebagian besar masyarakat Ponosakan memeluk agama Kristen dan kehidupan sosial mereka cukup dipengaruhi oleh ajaran serta tradisi Kekristenan. Kehadiran gereja memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat, sementara pengajaran Alkitab telah dikenal di banyak keluarga. Meski demikian, berbagai kepercayaan tradisional yang berkaitan dengan adat leluhur dan praktik perlindungan spiritual masih meninggalkan pengaruh dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.[5]