Pada bulan Agustus 1966, diplomat dari Malaysia dan Meksiko bertemu di Washington, D.C., Amerika Serikat untuk membahas kemungkinan pembentukan hubungan diplomatik. Pada tanggal 27 Maret 1974 hubungan diplomatik secara resmi dibentuk antara kedua negara.[1] Pada awalnya, tidak ada negara yang memiliki perwakilan diplomatik tetap. Meksiko merangkap sekaligus untuk Malaysia dari kedutaan besarnya di Jakarta, Indonesia sementara Malaysia merangkap sekaligus untuk Meksiko dari kedutaan besarnya di Washington, D.C. Pada tahun 1985, Meksiko membuka konsulat kehormatan di Kuala Lumpur.[1] Pada bulan Oktober 1985, setelah penobatan Raja Iskandar dari Johor; kedua negara memulai diskusi untuk membuka perwakilan diplomatik tetap di ibu kota masing-masing. Pada bulan Oktober 1991, Meksiko membuka kedutaan besar di Kuala Lumpur.[1] Pada tahun 1992, Malaysia membuka kedutaan besar di Kota Meksiko.[2]
Pada bulan September 1991, Perdana Menteri Mahathir Mohamad melakukan kunjungan resmi ke Meksiko dan menjadi kepala negara Malaysia pertama yang mengunjungi Meksiko.[2] Selama kunjungannya ke Meksiko, beberapa perjanjian ditandatangani antara kedua negara, khususnya dukungan Malaysia bagi Meksiko untuk bergabung dengan Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC).[1] Pada bulan November 1998, Presiden Meksiko Ernesto Zedillo melakukan kunjungan ke Malaysia untuk menghadiri pertemuan puncak APEC ke-10 yang diselenggarakan di Kuala Lumpur.[3] Pada bulan Oktober 2002, Wakil Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi melakukan kunjungan ke Los Cabos, Meksiko untuk berpartisipasi dalam KTT APEC ke-14.[1]
Pada bulan Juli 2010, Menteri Luar Negeri Meksiko Patricia Espinosa berkunjung ke Malaysia.[4] Pada tahun 2019, kedua negara mengadakan pertemuan konsultasi politik bilateral pertama mereka di Kota Meksiko yang dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Malaysia, Sri Muhammad Shahrul Ikram Bin Yaacob. Selama konsultasi politik tersebut, kedua negara membahas peningkatan akses pasar, termasuk untuk produk bersertifikat Halal Meksiko di Malaysia. Mereka juga sepakat untuk melakukan promosi bersama di wilayah geografis di mana masing-masing negara memiliki pengalaman terbanyak.[5]
Pada tahun 2024, kedua negara merayakan 50 tahun hubungan diplomatik.[6]
Kunjungan tingkat tinggi
Kunjungan tingkat tinggi dari Malaysia ke Meksiko[2]
Kedua negara telah menandatangani beberapa perjanjian bilateral seperti Perjanjian tentang kerja sama gabungan antara perusahaan Malaysia dan Meksiko untuk penyulingan minyak kelapa sawit (1991); Perjanjian tentang Kredit dan Pembayaran Timbal Balik antara Bank Negara Malaysia dan Bank Meksiko (1991); Perjanjian tentang Transportasi Udara (1992); Nota Kesepahaman dalam Kerja Sama Telekomunikasi (1994) dan Nota Kesepahaman dalam Kerja Sama Pertanian (1994).[1][2][8]
Hubungan perdagangan
Pada tahun 2018, kedua negara menjadi penandatangan Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik.[9] Pada tahun 2023, perdagangan dua arah antara kedua negara berjumlah US$12,4 miliar.[10]Ekspor utama Malaysia ke Meksiko meliputi: sirkuit terpadu elektronik, telepon dan telepon genggam, suku cadang dan aksesori untuk mesin, suku cadang dan aksesori untuk kendaraan bermotor, tabung tembaga, minyak bumi, dan produk berbasis kimia. Ekspor utama Meksiko ke Malaysia meliputi: telepon dan telepon seluler, mesin pengolah data, bijih tembaga dan konsentratnya, besi dan baja, suku cadang untuk kereta api, ikan, dan alkohol.[10]
Perusahaan multinasional Malaysia seperti Petronas dan Sapura Energy beroperasi di Meksiko.[7] Perusahaan multinasional Meksiko seperti Binbit, Cemex, Gruma, dan Kidzania (antara lain) beroperasi di Malaysia.[11]