Hubungan Denmark dengan Malaysia mengacu pada hubungan saat ini dan historis antara Denmark dan Malaysia. Denmark telah menutup kedutaannya di Kuala Lumpur,[1] yang dibuka pada tahun 1968, dilaporkan karena kurangnya timbal balik. Malaysia tidak pernah memiliki kedutaan tetap di Denmark, meskipun hubungan perdagangan bilateral yang cukup besar dan bantuan pembangunan yang substansial telah diberikan oleh Denmark. Malaysia diwakili di Denmark, melalui kedutaannya di Stockholm, Swedia.[2][3]Hubungan diplomatik didirikan pada tahun 1963.[4]
Kerja sama
Pada tahun 1990, perjanjian jaminan ditandatangani antara Denmark dan Malaysia.[5] Kerja sama bilateral dimulai pada tahun 1994, dengan program lingkungan.[6] Kemudian Denmark juga bekerja sama dengan sektor swasta. Bantuan Denmark kepada Malaysia dimulai sebagai bagian dari Fasilitas Lingkungan dan Bantuan Bencana.[7] Perjanjian tentang dukungan keuangan dan teknis ditandatangani antara kedua negara.[8] Kedua negara bekerja sama dalam hal zat-zat lingkungan.[9][10] Pada tahun 2008, kedua negara menandatangani perjanjian Mekanisme Pembangunan Bersih.[11]
Kerja sama ekonomi
Ekspor Denmark ke Malaysia berjumlah 792 juta DKK pada tahun 2008, sedangkan ekspor Malaysia berjumlah 1,7 juta DKK.[12] Terdapat juga Dewan Bisnis Malaysia-Denmark.[13]
↑Government of Denmark. "Clean Development Mechanism". Embassy of Denmark, Kuala Lumpur. Diarsipkan dari asli tanggal 12 January 2011. Diakses tanggal 17 February 2011.
↑Ministry of Foreign Affairs of Denmark. "Landefakta Malaysia" (dalam bahasa Dansk). WayBack Machine. Diarsipkan dari asli tanggal 3 December 2008. Diakses tanggal 22 December 2011.
↑"Home". Malaysian Danish Business Council. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 October 2017. Diakses tanggal 12 December 2017.
Pranala luar
"NGO Cooperation". Diarsipkan dari asli tanggal 16 January 2011. Diakses tanggal 17 February 2011.