Pada tahun 2006, Menteri Luar Negeri Denmark Per Stig Møller mengunjungi Albania. Kunjungan tersebut berfokus pada kerja sama dan isu-isu politik. 3 juta DKK dialokasikan untuk hak asasi manusia dan tata pemerintahan yang baik.[6]
Pada bulan Mei 2012, Menteri Luar Negeri Denmark Villy Søvndal dan Menteri Urusan Eropa Nicolai Wammen bertemu dengan Wakil Presiden dan Menteri Luar Negeri Albania Edmond Haxhinasto di Denmark, untuk membahas situasi di Kosovo.[7]
Pada Maret 2023, Mette Frederiksen menjadi perdana menteri Denmark pertama yang mengunjungi Albania.[8]
Bantuan dan kerja sama
Setelah jatuhnya Albania komunis, Denmark membantu membangun institusi dan memberikan bantuan kepada daerah-daerah miskin di Albania.[9]
Denmark juga membantu Albania dalam hal masyarakat sipil dan media independen. Albania merupakan bagian dari Program Eropa Tenggara Denmark. 73 juta DKK telah diberikan kepada program tersebut.[10] Pada bulan September 2009, sebuah program pengembangan bisnis berkelanjutan diluncurkan.[11]
Pada tahun 2006, Denmark menandatangani perjanjian untuk membantu Albania menerapkan protokol Mekanisme Pembangunan Bersih (CDM) dan membantu mengurangi emisi gas rumah kaca mereka.[12]
Setelah banjir Albania 2010, Denmark memberikan bantuan berupa pakan ternak dan duta besar Denmark untuk Albania, Karsten Ankjær Jensen mengatakan, "Sangat penting agar semua kekuatan baik bersatu untuk membantu meringankan bencana dan penderitaan yang dialami oleh semua orang di daerah yang terkena banjir. Semoga upaya kita dapat memberikan bantuan dan memastikan mata pencaharian para petani yang terkena dampak."[13][14]
Pada bulan September 2012, Menteri Kerja Sama Pembangunan Denmark Christian Friis Bach mengunjungi Albania dan Kosovo untuk membahas pembangunan demokrasi dan ekonomi.[15]
Setelah gempa bumi Albania 2019, Denmark memberikan paket pemulihan sebesar 2 juta euro kepada Albania. Tak lama kemudian, selama pandemi COVID-19 di Albania, Denmark menyumbangkan 30 ventilator dan 250.000 dosis vaksin COVID-19 kepada Albania untuk membantu memerangi pandemi COVID-19.[16]