Kedua negara menjalin hubungan diplomatik pada tanggal 18 Januari 1958 ketika Duta Besar Denmark pertama untuk Yordania (berkedudukan di Kairo) Eggert Holten diakreditasi.[1] Sejak itu, kedua kerajaan telah menyimpulkan sejumlah perjanjian kerja sama di bidang-bidang yang saling menguntungkan. Denmark juga secara resmi mendirikan kedutaan besar di Amman pada tahun 2007, dengan tujuan memperkuat hubungan bilateral.
Kebijakan Denmark terhadap Yordania dan kawasan Timur Tengah pada umumnya diatur oleh Program Kemitraan Denmark-Arab. Program ini bertujuan untuk menciptakan landasan bagi peningkatan dialog, pemahaman, dan kerja sama antara Denmark dan kawasan Timur Tengah, serta untuk mendukung proses reformasi lokal.[2]
Bantuan keuangan dan teknis
Perjanjian pembiayaan ditandatangani pada tahun 1997 antara Yordania dan Denmark, tetapi digantikan oleh perjanjian kerangka kerja pada tahun 1999, yang memperkenalkan kondisi pembiayaan baru. Tujuan keseluruhan dari perjanjian pembiayaan ini adalah untuk mensubsidi pembayaran bunga atas kredit ekspor Denmark untuk pengiriman barang modal Denmark dan layanan terkait ke proyek-proyek pembangunan di Yordania.[3]
Dalam kerangka Program Kemitraan Denmark-Arab, yang mendukung kegiatan dengan total hibah tahunan sekitar 14 juta euro, Yordania dan Denmark menandatangani Perjanjian Kerangka Kerja untuk Program Kemitraan Yordania-Denmark pada tahun 2005. Perjanjian Kerangka Kerja ini membuka jalan bagi pengembangan program dan proyek spesifik di bidang-bidang utama yang menjadi kepentingan bersama yang disepakati oleh kedua belah pihak.[4]
Kediaman perwakilan diplomatik
Denmark memiliki konsulat kehormatan di Amman dan Aqaba.[5]
Yordania memiliki konsulat kehormatan di Kopenhagen.[6]