Hubungan antara kedua negara telah terjalin sejak Abad Pertengahan Awal. Sepanjang sejarah, kedua negara lebih sering bersekutu daripada bermusuhan, dengan hanya sedikit bentrokan pada abad ke-11, ke-15, dan ke-16. Hubungan diplomatik modern didirikan pada tanggal 8 September 1919.[1] Selama abad ke-20, hubungan kedua negara bergejolak tetapi tetap bersahabat.[2] Kedua negara juga mempertahankan sengketa perbatasan maritim hingga tahun 2018 ketika perbatasan tersebut ditetapkan.[3] Denmark dan Polandia kini menjadi mitra strategis karena adanya Pipa Baltik dan kerja sama militer yang erat dalam Korps Multinasional Timur Laut NATO.
Kerja sama
Bidang pertahanan
Kerja sama pertahanan Denmark dan Polandia dimulai pada Oktober 1993, ketika perjanjian kerja sama bilateral pertama ditandatangani.[4] Kerja sama tersebut dikembangkan lebih lanjut pada Januari 1994 dengan kedua negara menandatangani program tahunan pertama, yang akan menentukan kegiatan konkret yang akan dilakukan pada tahun tersebut. Awalnya, kegiatan tersebut berupa sejumlah kunjungan tingkat tinggi.[5] Pada September 1994, Denmark mengambil bagian dalam latihan militer Kemitraan untuk Perdamaian selama lima hari dengan kode nama "Jembatan Kerja Sama 94" di Biedrusko.[5] Kedua negara juga bergabung pada tahun 1995 selama Perang Bosnia dengan pembentukan brigade IFOR Nordik-Polandia.[6] Pada tahun 1996, kedua negara sepakat untuk menyelenggarakan 64 kegiatan pertahanan, yang merupakan peningkatan dari 30 kegiatan pada tahun 1995.[7] Pada tahun 1997, Korps Multinasional Timur Laut dibentuk untuk memimpin integrasi Polandia ke dalam NATO yang terjadi pada tanggal 12 Maret 1999.[8][9]
Bantuan lingkungan
Dari tahun 1991 hingga 2000, Denmark merupakan salah satu kontributor terbesar bagi sektor lingkungan Polandia, yang mencakup lebih dari 35 persen dari total bantuan bilateral kepada negara tersebut. Selama periode ini, Denmark mendukung 232 proyek di Polandia dengan nilai 635 juta DKK atau 73 juta USD.[10]
Batas maritim
Pada tahun 2018, Denmark dan Polandia mengakhiri sengketa perbatasan maritim selama 40 tahun ketika mereka menandatangani perjanjian mengenai 3.600km2 (1.400sqmi)Laut Baltik antara Bornholm dan Polandia, dengan Denmark menerima 80% dari wilayah tersebut.[3] Hal ini membuka jalan bagi Pipa Baltik, yang menghubungkan Norwegia dengan Denmark dan Polandia, yang dioperasikan pada bulan September 2022.[11]
Nowodworski, Witold (1911a). "Stosunki Rzeczypospolitej ze Szwecyą i Danią za Batorego". Przegląd Historyczny (dalam bahasa Polski). 12 (1).
Nowodworski, Witold (1911b). "Stosunki Rzeczypospolitej ze Szwecyą i Danią za Batorego (Ciąg dalszy)". Przegląd Historyczny (dalam bahasa Polski). 12 (2).