Hubungan diplomatik digambarkan sebagai kuat,[2] dekat,[3] ramah dan bersahabat.[4] Filipina menyebut Denmark sebagai sekutu penting dalam sumber daya energi terbarukan dan energi anginnya.[4] Filipina menikmati hubungan maritim yang kuat dengan Denmark.[3]
Pada tahun 2014 Denmark membuka kembali kedutaannya di Filipina, setelah ditutup sejak tahun 2002.[1]
Sejarah
Hubungan diplomatik terjalin pada tanggal 28 September 1946[4][6] dan Britania Raya bertanggung jawab atas hubungan dengan Denmark.[7]
Sejak tahun 1976, Filipina memiliki duta besar di Swedia, yang menjaga hubungan diplomatik dengan Denmark dan negara-negara Nordik dan Baltik lainnya.[4] Pada tahun 2002, Denmark memutuskan untuk menutup kedutaannya di Filipina karena alasan keuangan, tetapi dibuka kembali pada tahun 2014.[8][1] Sementara itu, Kedutaan Besar Filipina di Kopenhagen dibuka pada tanggal 14 Januari 2019.
Bantuan
Pada tahun 1993, Denmark memberikan hibah sebesar 14,910 juta DKK kepada Filipina untuk pendirian Sekretariat Rehabilitasi Sungai yang akan memperbaiki lingkungan Filipina.[9] Badan Pembangunan Internasional Denmark menggunakan 16 juta DKK untuk anak-anak dan remaja penyandang disabilitas di Filipina.[10] Denmark membantu dengan 300.000 DKK untuk banjir selama Badai Tropis Washi yang menewaskan sekitar 1.000 orang.[11][12]
Perdagangan, perjanjian, dan kerja sama ekonomi
Pada tahun 1954, catatan yang menyatakan niat untuk memasuki negosiasi untuk perjanjian formal tentang pengaturan udara telah dipertukarkan.[13] Antara tahun 1970 dan 1972, Filipina mengekspor produk senilai $8,8 juta ke Denmark.[14] Sebagian besar ekspor Filipina terdiri dari mesin dan produk manufaktur. Filipina juga ingin mengekspor pakaian jadi, buah kalengan, jus, produk kayu, kayu, dan bahan baku lainnya ke Denmark di masa mendatang.[15] Selama paruh pertama tahun 2008, lebih dari $43 juta barang diperdagangkan antara Denmark dan Filipina.[16] Pada tahun 2009, ekspor Denmark ke Filipina mencapai 500,9 juta DKK sedangkan ekspor Filipina ke Denmark mencapai 306,8 juta DKK.[17]
Pada tahun 2005, dengan bantuan dari Badan Pembangunan Internasional Denmark, sebuah ladang angin didirikan di Cagayan. Pada tahun 2010, Philippine Northwind Power Development Corp mengembangkan ladang angin tersebut, dengan bantuan dari investor Denmark. Material turbin juga dikirim dari Denmark.[18][19][20]
↑"Constitution Day of Denmark". Manila Bulletin. 5 June 2008. Diarsipkan dari asli tanggal 10 September 2012. Diakses tanggal 19 June 2011. The celebration highlighted the strong relations between the Philippines and Denmark, the excellent opportunities in fostering cultural exchanges between the two countries, and the importance of harnessing community spirit and cooperation with the growing Filipino community in Denmark...
12345Office of the Government of the Philippines. "Country Profile: Kingdom of Denmark". WayBack Machine. Diarsipkan dari asli tanggal 20 December 2009. Diakses tanggal 21 December 2011.
↑Far Eastern economic review. University of Michigan: Review Pub. Co. 1974. hlm.96. In the next few years, tough, Filipino exporters hope to sell Denmark more finished garments, canned fruit and juices and processed wood products instead of timber and other raw materials ...