Perwakilan diplomatik
Filipina sebelumnya memiliki kedutaan besar di Maroko di Rabat. Kedutaan besar tersebut ditutup pada bulan Maret 1986, sekitar sebulan setelah Presiden Corazon Aquino menjabat setelah Revolusi Kekuatan Rakyat. Putri Presiden yang digulingkan, Ferdinand Marcos, Imee Marcos dan suaminya Tommy Manotoc tinggal di Maroko dan dilaporkan memiliki paspor Maroko setelah Marcos digulingkan. Keluarga Marcos merupakan sahabat karib Raja Hassan II.[2]
Penutupan misi diplomatik tersebut dikritik oleh Senator Filipina saat itu Leticia Ramos-Shahani, dan mengklaim bahwa citra Filipina di Dunia Muslim rusak akibat penutupan kedutaan tersebut, sebuah tindakan yang dipandang Shahani mengabaikan Raja Hassan II, keturunan ke-37 dari Muhammad dan pendiri Organisasi Kerja sama Islam.[3]
Maroko memiliki duta besar yang tinggal di Filipina, Mohammed Rida El-Fassi, yang menyerahkan surat kepercayaannya kepada Presiden Rodrigo Duterte pada 10 Januari 2017.[4] Namun, kedutaan besar tersebut dibuka hampir 2 tahun kemudian, pada November 2018. Kedutaan besar tersebut terletak di Taguig, sebuah kota di Metro Manila.
Pada bulan Desember 2019, Filipina kembali membuka kedutaan besarnya di Rabat, Maroko.[5]