Hubungan diplomatik antara Meksiko dan Yordania terjalin pada tanggal 9 Juli 1975.[1] Satu bulan kemudian, Presiden Meksiko Luis Echeverría melakukan kunjungan kenegaraan ke Yordania.[2] Selama kunjungan Presiden Echeverría ke Yordania, ia berdiskusi dengan Raja Yordania Hussein tentang pendalaman hubungan ekonomi dan perdagangan antara kedua negara dan berbicara tentang isu-isu yang memengaruhi Timur Tengah pada saat itu.[2]
Pada bulan Juli 2014, Menteri Luar Negeri Meksiko José Antonio Meade berkunjung ke Yordania dan memulai negosiasi perjanjian perdagangan bebas dengan negara tersebut.[5] Selama kunjungannya, ia mengumumkan bahwa Meksiko akan membuka kedutaan besar di ibu kota Yordania. Menteri Luar Negeri Meade juga mengunjungi kamp pengungsi Suriah di Zaatari untuk mengamati krisis kemanusiaan yang dihadapi para pengungsi.[5] Pada tahun 2015, Yordania dan Meksiko masing-masing membuka kedutaan besar di ibu kota masing-masing.[6][7]
Kedua negara telah menandatangani beberapa perjanjian bilateral seperti Nota Kesepahaman antara Sekretariat Pariwisata Meksiko dan Kementerian Pariwisata dan Purbakala Yordania (2014); Perjanjian Kerja Sama Teknis (2014); Perjanjian Kerja Sama Pendidikan dan Kebudayaan (2014); Nota Kesepahaman untuk Pembentukan Mekanisme Konsultasi dalam Hal-hal yang Menjadi Kepentingan Bersama (2015); Nota Kesepahaman dan Kerja Sama antara Lembaga Diplomatik kedua negara (2015); dan Nota Kesepahaman antara Kamar Dagang dan Industri Meksiko-Arab (CAMIC) dan Asosiasi Bisnis Yordania (JBA) (2018).[1]
Perdagangan
Pada tahun 2023, perdagangan antara Yordania dan Meksiko mencapai US$68,4 juta.[10] Ekspor utama Yordania ke Meksiko meliputi: pakaian, produk berbahan kimia, mesin, serta suku cadang dan aksesori kendaraan bermotor. Ekspor utama Meksiko ke Yordania meliputi: mobil dan kendaraan lain termasuk traktor, telepon dan ponsel, produk berbahan kimia, wadah untuk gas cair terkompresi, instrumen untuk peralatan medis, lada, sayuran, roti, cokelat, dan alkohol.[10]